Rosberg finis terdepan dalam balapan GP China di Sirkuit Internasional Shanghai, Minggu (17/4/2016). Dia mengungguli Sebastian Vettel dan Daniil Kvyat, yang masing-masing harus puas menempati posisi kedua dan ketiga.
Hasil di China mempertahankan catatan sempurna Rosberg musim ini. Pebalap Jerman itu sebelumnya juga menang dalam dua balapan pertama di Australia dan Bahrain. Bahkan, kalau hasil musim lalu juga dihitung, Rosberg sudah meraih enam kemenangan beruntun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun demikian, Rosberg yakin jalannya untuk menjadi juara musim ini akan terjal. Dia tahu Hamilton bisa kapan saja merebut posisi teratas di klasemen.
"Terlalu dini untuk membuat rangkuman apapun. Ini adalah tiga balapan dan balapan-balapan itu berjalan bagus untuk saya. Namun, ini adalah musim terpanjang dalam sejarah F1 dengan 21 balapan, masih ada 18 lagi. Tak masuk akal untuk membuat kesimpulan apapun, bahkan apakah start ini bagus atau jelek," ujar Rosberg seperti dikutip Crash.
"Kita lihat saja. Lewis tak terlalu jauh tertinggal, 30 sekian poin, itu tidak banyak. Itu bernilai satu balapan lebih sedikit. Dia tetap fokus dan termotivasi seperti biasanya. Dia tidak akan pernah menyerah," tambahnya.
"Persaingan akan sangat sengit seperti biasanya," kata Rosberg.
Seri keempat F1 musim ini akan dilangsungkan di Rusia, 1 Mei mendatang.
(mfi/a2s)











































