Finish Terakhir, Albers Bersyukur
Minggu, 20 Mar 2005 22:10 WIB
Jakarta - Meskipun finish paling bontot dan tidak mendapat poin, namun pembalap Minardi, Christijan Albers tetap bersyukur atas prestasinya yang diraihnya di GP Sepang, Malaysia hari Minggu (20/3/2005) ini.Tidak ada yang menyangkal bahwa sirkuit Sepang merupakan sirkuit terpanas. The world's hottest race pun menjadi slogan promosi GP Malaysia ini. Tentunya jargon ini bukan tanpa arti.Pada saat balapan digelar suhu udara berkisar antara 35 derajat Celcius. Selain itu karakteristik lintasan juga menambah tantangan bagi pembalap. Jadi tidak salah jika Sirkuit Sepang termasuk dalam kategori sirkuit paling berat dalam seluruh jadwal gelaran F1.Korban pun berjatuhan saat balapan dimulai hingga finish. Tercatat tujuh pembalap gagal menyelesaikan lomba karena berbagai masalah. Rubens Barrichelo, Jacques Villenueve dan Giancarlo Fisichella adalah beberapa pembalap yang mundur.Namun tidak demikian dengan rookie Minardi, Christijan Albers. Pembalap berusia 25 tahun ini mampu finish meskipun berada di urutan paling bontot. Dia pun bersyukur atas prestasinya ini. Tak lupa dia juga memuji timnya yang membantunya selama lomba berlangsung. "Pertama, saya berterima kasih sekali kepada tim atas usahanya," ujarnya seperti dikutip Planet F1, Minggu (20/3/2005). Ia juga mengatakan puas dapat tampil lebih baik selama lomba berlangsung. "Secara keseluruhan, saya telah belajar banyak dan saya senang dapat finish dalam balapan terberat musim ini," tambahnya lagi.Albers finish diurutan ke-13 dan terpaut tiga lap dengan pembalap Renault, Fernando Alonso yang menjuarai GP Sepang 2005 ini. (mel/)











































