"Berdasarkan permintaan tim-tim dan Pemegang Hak Komersial, FIA sepakat untuk mengadopsi pendekatan yang lebih liberal terhadap interpretasi artikel 27.1 (soal pebalap harus mengemudikan sendiri dan tidak mendapat bantuan," demikian pernyataan Strategy Group, sebagai pembuat aturan dan kebijakan di F1.
Pembatasan penggunaan radio komunikasi mulai diberlakukan di awal musim ini. Para pebalap ditantang untuk mengontrol balapan di tangan mereka sendiri. Tim di garasi yang biasanya menjadi pengendali sudah tak punya banyak wewenang lagi nantinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kebijakan itu dapat banyak tentangan. Terlebih belakangan muncul kontroversi saat Nico Rosberg dapat penalti di GP Inggris lantaran dia menerima informasi dari timnya bagaimana cara memperbaiki jika girboks mengalami masalah. Jenson Button mengalami hal yang sama di Hongaria saat dia menerima petunjuk dari timnya bagaimana menuntaskan masalah pada sistem hidrolik mobilnya.
Meski begitu, masih ada beberapa periode di mana komunikasi radio dilarang untuk digunakan. Komunikasi radio tidak boleh dipakai saat mulai formation lap sampai saat balapan dimulai (start). Pebalap juga tidak diperkenankan menerima instruksi soal kontrol kopling saat start.
"Keputusan ini diambil untuk memberikan tontonan yang lebih menarik untuk fans dan penonton, dengan tim kini seluruh tim diwajibkan menyediakan akses tak terbatas pada Pemegang Hak Komersial pada komunikasi radio mereka kapanpun mobil mereka keluar dari garasi," lanjut pernyataan tersebut seperti dikutip dari Crash. (din/nds)










































