Mesin mobil Hamilton rusak saat balapan GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (2/10/2016) lalu, tinggal menyisakan 16 lap. Padahal, saat itu dia tengah berada di posisi terdepan.
Pada saat yang bersamaan, Nico Rosberg yang menjadi pesaing utamanya dalam perburuan gelar juara Formula 1 musim ini berhasil menyelesaikan lomba dengan finis di posisi ketiga. Hasil tersebut membuat Rosberg memperlebar keunggulannya di puncak klasemen menjadi 23 poin dengan lima seri tersisa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, Lauda membantah isu tersebut. Sebagai non-executive chairman Mercedes, dia juga meminta maaf kepada Hamilton terkait kejadian di Sepang.
"Saya mengenal Lewis dengan sangat baik dan dia tidak akan menuduh tim. Saya tak bisa menerima penafsiran ini karena Lewis tahu kami melakukan segalanya demi memberikan mesin terbaik untuknya," ujar Lauda seperti dikutip Crash.net.
"Saya merasa sangat menyesal karena tugas saya adalah soal mesin dan tim, jadi saya bertanggung jawab dan saya minta maaf kepadanya. Ini adalah mesin yang baru, bukan mesin lama, jadi kami tak tahu apa penyebabnya. Kalau kami tidak tahu penyebabnya, tak seorang pun bisa mengatakan ini adalah sabotase. Ini konyol," lanjutnya.
Getty Images/Lars Baron |
"Kami bekerja untuk dia dan Nico dalam cara yang sempurna. Dia (Hamilton) memenangi dua gelar juara dunia sejauh ini bersama kami dan paling banyak menyelesaikan balapan, jadi apa yang Anda pikir? Kami tiba-tiba mulai menyabotase? Itu sangat bodoh sekali," kata Lauda.
Seri F1 berikutnya akan dilangsungkan di Sirkuit Suzuka, Jepang, Minggu (9/10) mendatang.
(mfi/raw)












































Getty Images/Lars Baron