Button Hanya Ingin Finish

GP Bahrain

Button Hanya Ingin Finish

- Sport
Minggu, 03 Apr 2005 10:43 WIB
Jakarta - Pembalap BAR-Honda Jenson Button gagal menemukan performa terbaik hingga kualifikasi pertama GP Bahrain. Pembalap asal Inggris tersebut hanya menargetkan finish di Sakhir. Button hanya mampu menjadi pembalap tercepat ke-12 dalam sesi kualifikasi pertama, Sabtu (2/4/2005). Hasil itu seperti puncak dari nasib buruk yang terus menaungi Button sepanjang pekan ini. Bagaimana tidak? Di sesi latihan pertama dan kedua, dia hanya berada di posisi 9, sementara di sesi latihan ketiga dan keempat, dia terlempar di posisi 11. Pencapaian Button bahkan tak lebih baik dari para pembalap Red Bull Racing atau Toyota. Padahal predikatnya adalah juara ketiga musim lalu. Untuk kesekian kalinya, Button mengakui kalau mobil mereka tak sebersaing mobil lain musim balap ini. Meskipun untuk kualifikasi di Sakhir kemarin dia agak menyalahkan giliran, namun tak urung dia mengaku mobilnya kurang cepat."Mendapatkan giliran lebih awal cukup merugikan kami, namun kami memang tak cepat," aku Button, yang memperoleh giliran keempat di kualifikasi hari Sabtu, seperti dikutip Planet F1, Minggu (3/4/2005). "Hari ini kami memang tak begitu cepat, namun kami juga tak lambat. Saya pikir kami telah kehilangan beberapa kesempatan untuk masuk sepuluh besar karena mendapatkan giliran pertama," tambahnya. Begitu tak percaya dirinya, Button bahkan berujar kalau di GP Bahrain kali ini dirinya cuma akan menargetkan finish lomba."Jujur saja, kami cuma ingin menyelesaikan lomba, selain itu adalah mendapatkan waktu yang reasonable buat kualifikasi Imola. Disana kami akan mendapatkan beberapa bagian mobil baru," tandasnya.Pernyataan Button ini memang seperti menjungkirbalikkan segala optimisme yang pernah diutarakannya dulu. Namun demikian targetnya untuk finish di Sirkuit Sakhir bisa dimengerti. Pasalnya dalam dua seri, BAR-Honda, yang notabene adalah runner-up konstruktor tahun lalu, belum mendapatkan angka. Pasalnya duo pembalap, Button dan Takuma Sato, selalu gagal finish karena gangguan mesin. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads