Alonso Top, De la Rosa Bintang

Review GP Bahrain

Alonso Top, De la Rosa Bintang

- Sport
Senin, 04 Apr 2005 02:32 WIB
Jakarta - Fernando Alonso harus diakui membalap dengan sangat baik sehingga kembali tampil sebagai juara. Tapi aksi memikat diperlihatkan pembalap ketiga McLaren, Pedro de la Rosa.Berikut analisis singkat para pembalap yang tampil pada GP Bahrain yang digelar Minggu (3/4/2005):Fernando Alonso (Renault, posisi 1):Mantap tenan. Tak panik walaupun sempat ditempel ketat Michael Schumacher. Ia trampil sekali dengan R25, sehingga paduan keduanya membuahkan hasil manis buat dirinya dan Renault. Layak difavoritkan juara.Jarno Trulli (Toyota, 2):Terbukti bahwa dia punya kemampuan tapi selama ini tak punya mobil bagus. Beruntunglah Trulli karena Mike Gascoyne menciptakan TF105 yang handal. Dua kali berturut-turut naik podium adalah bukti betapa Italiano yang satu ini adalah salah satu kuda hitam.Kimi Raikkonen (McLaren, 3):Sejujurnya, Kimi bisa naik podium karena ketidakberuntungan beberapa pembalap lain seperti Schumi, Nick Heidfeld, dan Mark Webber. Seperti halnya MP4-20, Ice Man belum terlihat membahayakan. Tapi hasil ini setidaknya sudah bagus buat mendongkrak kepercayaan dirinya dan McLaren.Ralf Schumacher (Toyota, 4):Mulai membaik. Setelah tak finis di Melbourne dan urutan kelima di Sepang, Ralf bisa meraup lima poin di Sakhir. Dia perlu tampil konsisten agar kerja samanya dengan Trulli membuahkan hasil lebih baik lagi buat Toyota.Pedro de la Rosa (McLaren, 5):Bintang hari ini. Aksinya brilian dan berani. Test driver McLaren ini menunjukkan perjuangan yang gigih sewaktu melibas Takuma Sato, Jenson Button, Rubens Barrichello, Mark Webber, serta sempat "sikut-sikutan" dengan Ralf. Dialah penampil terbaik McLaren dari tiga seri yang ada, melebihi Kimi dan pembalap yang ia gantikan sementara, Juan Pablo Montoya.Mark Webber (Williams, 6):Sekali lagi ia gagal menaiki podium meskipun sempat memiliki peluang tersebut. Di 20 lap terakhir ia tak kuasa mengontrol mobilnya sehingga melintir jauh ke luar trek. Akibatnya ia kehilangan tempat ketiga dan harus puas dengan tiga angka.Felipe Massa (Sauber, 7):Lumayan bisa mengalahkan Barrichello. Tapi yang lebih menarik adalah Sauber memang sedikit lebih beruntung memiliki Massa ketimbang Jacques Villeneuve yang masih saja tak mampu menunjukkan sisa-sisa kejayaannya. David Coulthard (Red Bull, 8):DC masih hidup. Untuk ketiga kalinya berturut-turut ia memperoleh angka meskipun terus berkurang dari 5, 3, dan kini satu. Ruben Barrichello (Ferrari, 9):Akhir pekan yang menyedihkan. Rubinho kehilangan tiga sesi karena gearbox F2005-nya ketinggalan di Maranello. Di kualifikasi I pakai komponen F2004M, baru di kualifikasi II tampil lengkap. Pas balapan performa bannya kurang baik sehingga melambat dan disalip Massa dan DC.Tiago Monteiro (Jordan, 10) :Finis adalah sesuatu yang baik buatnya, apalagi bisa menembus posisi 10 besar dan mengalahkan rekan setimnya arain Karthikeyan. Tapi ia masih punya banyak hambatan untuk bisa mengutip poin pertama di musim perdananya ini.Jacques Villeneuve (Sauber, 11):Disenggol DC di lap-lap akhir sehingga poin pertama kian sulit diraih. Performanya tak banyak membantu di saat ia perlu tampil habis-habisan agar isu kedatangan Vitantonio Liuzzi dari Red Bull tak jadi kenyataan.Patrick Friesacher (Minardi, 12):Biarpun selalu berada di deretan terbelakang, tapi pembalap Austria ini bisa mengikuti lomba sampai akhir, memperbaiki nasib buruknya di Sepang sewaktu hanya bertahan dua lap.Christijan Albers (Minardi,13):Sama seperti Friesacher, poin tidaklah "penting" buat Albers karena yang lebih utama adalah dia bisa menyentuh garis finis, tak peduli kendati tertinggal empat lap dari sang juara.Jenson Button (BAR, out di lap 46):Mulai tampak seperti pembalap medioker, jauh dari kegemilangannya tahun lalu. Apa boleh buat, mobil BAR007 belum kompetitif. Kali ini ia dihajar kerusakan pada sistem koplingnya.Takuma Sato (BAR, out di lap 27):Rem jadi kendala di saat Sato memulai aksinya kembali setelah absen di Malaysia karena sakit. Gayanya yang main geber tampak belum hilang dari pembalap Jepang ini.Nick Heidfeld (Williams, out di lap 25):Barangkali pembalap tersial setelah Schumi. Punya kans mengulang sukses naik podium di Sepang, ia tak bisa berbuat apa-apa setelah ekor mobilnya mengepulkan asap dan ia mesti berhenti. Maklum, mesin mobilnya adalah satu-satunya yang habis dipakai di Sepang.Michael Schumacher (Ferrari, out di lap 12):Melangkah mundur di saat seharusnya maju. Ia kembali gagal finis seperti halnya di Australia. Jika di Melbourne ia out karena bertabrakan dengan Heidfeld, kali ini Schumi terjengkang karena F2005 tampak belum siap sepenuhnya. Tapi dengan kecepatan yang dimiliki, juara dunia tujuh kali ini tetap akan bangkit.Giancarlo Fisichella (Renault, out di lap 4):Apes. Hanya itu alasan Fisichella. Juara di Australia, bertabrakan dengan Webber di Malaysia, dan R25-nya mengalami kerusakan mesin di Bahrain.Narain Karthikeyan (Jordan, out di lap 2):Akhirnya mencicipi kegagalan finis di musim perdananya ini. Jordan Ej15-nya mengalami kerusakan sistem elektronis.Chistian Klien (Red Bull, gagal start):Jadi pembalap pertama di musim ini yang tidak bisa start. Mobilnya tidak bergerak pada putaran pemanasan, dan tak ada perubahan menjelang balapan. Ia pasti kecewa karena di dua seri sebelumnya selalu dapat poin. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads