Renault Rebut 'Gelar' Ferrari

Review GP Bahrain

Renault Rebut 'Gelar' Ferrari

- Sport
Senin, 04 Apr 2005 04:13 WIB
Jakarta - Tiga gelar juara berturut-turut yang berhasil diraih, adalah gambaran sebenarnya kekuatan tim Renault. Status Ferrari sebagai the one to beat kini telah pindah ke Renault.Tahun lalu tim jawara ini masih terlalu perkasa dan selalu mencetak angka di setiap seri. Namun di GP Bahrain musim ini tradisi poin tim "Kuda Jingkrak" akhirnya terhenti. Michael Schumacher masuk kandang di lap ke-12, sementara Rubens Barrichello harus puas berada di peringkat sembilan setelah disalip pembalap Red Bull David Coulthard di lap terakhir.Dengan posisi Renault di puncak klasemen konstruktor saat ini dengan nilai 36, pantas jika semua orang melihat tim asal Prancis ini sebagai tim yang harus dikalahkan. Sementara Ferrari yang baru mengumpulkan 10 poin bisa dibilang sebagai "juara yang telah dikalahkan".Mobil F2005 Ferrari yang akhirnya dipercepat pemakaiannya, ternyata tidak seperti yang diharapkan. Masalah gear box serta sistem hidrolik yang dialami dua pembalapnya pertanda bahwa F2005 masih belum siap.Faktor lain yang cukup berperan "menghancurkan" Ferrari ialah ban Bridgestone. Janji produsen ban Jepang ini memberikan produk terbaiknya di Bahrain tidak ditepati. Bisa dilihat bagaimana kecepatan F2005 Barrichello anjlok beberapa lap terakhir.Berikut analisa singkat delapan tim lain di GP Bahrain, Minggu (3/4/2005):Toyota penantang terberatSetelah Renault, tim yang suksesnya cukup mengejutkan ialah Toyota. Tim yang belum genap empat tahun di Formula 1 ini kembali merasakan podium runner-up untuk kedua kalinya berturut-turut lewat Jarno Trulli.Podium perdana di Malaysia lalu diakui sungguh sangat menggembirakan Toyota. Namun terbukti bahwa tim pabrikan Jepang ini tidak cepat puas, prestasi yang di torehkan di Bahrain lebih baik. Ralf Schumacher finis keempat, atau satu peringkat lebih baik dibandingkan di Sepang.Dibandingkan tahun lalu, nasib Toyota musim ini tampaknya akan jauh lebih cerah. Ketika menggunakan Cristiano da Matta dan Olivier Panis, Toyota hanya memperoleh sembilan poin selama semusim. Namun kini raihan tersebut telah jauh terlampaui.McLaren Mercedes kian membaikMcLaren merupakan salah satu dari empat tim yang selalu meraih poin tiga poin berturut-turut. Melihat perolehan poinnya, tim McLaren menunjukkan grafik semakin membaik.Di seri pertama Juan Pablo Montoya meraih tiga poin, selanjutnya empat poin di Malaysia. Di GP Bahrain dua pembalapnya Kimi Raikkonen dan Pedro de la Rosa menyumbang 10 poin. Total 19 poin yang diraih menempatkan McLaren di urutan ketiga klasemen sementara konstruktor.Williams BMW masih labilKeputusan kembali ke desain konvensional ternyata tidak memberikan perubahan yang berarti. Di GP Bahrain tim Williams hanya mampu meraih tiga poin. Total 13 poin menempatkan tim ini di peringkat empat konstruktor sementara.Sejak masa uji coba beberapa bulan lalu, catatan waktu Mark Webber dan Nick Heidfeld kurang menggembirakan. Di seri Malaysia lalu sempat ada harapan setelah Heidfeld meraih podium ketiga. Namun di Bahrain penampilan Williams terlihat masih belum bisa diandalkan.Red Bull tetap mengejutkanHingga seri ketiga tim Red Bull masih menjadi tim kejutan. Meski kali ini hanya satu poin yang diraih melalui David Coulthard, namun memperlihatkan bahwa tim paling bungsu di Formula 1 ini bukan tim yang asal lewat.Target hat-trick poin yang diincar sukses dipenuhi. Tambahan satu poin menempatkan Red Bull di peringkat keenam dengan nilai 12, menggeser posisi Ferrari.Sauber Petronas mulai berbicaraDua poin yang diraih Felipe Masa di GP Bahrain merupakan angka pertama tim Sauber. Sebagai tim yang memang tidak diunggulkan, Sauber sudah cukup sukses jika masuk ke lima besar konstruktor, atau lebih baik satu peringkat dari tahun lalu. Namun hal itu masih memerlukan usaha yang luar biasa keras, karena ini baru poin pertama.BAR Honda, Jordan, Minardi masih terpurukRasanya aneh melihat BAR berada satu kelas dengan tim Jordan dan Minardi. Kesamaannya ketiga tim ini yaitu sama-sama belum meraih nilai dari tiga seri yang sudah berlalu.Namun nasib BAR terlihat lebih tragis, karena tim ini merupakan runner-up musim lalu. Parahnya lagi dari tiga kali balapan, dua pembalapnya selalu gagal finis. Hasil yang lebih buruk dibandingkan Jordan dan Minardi. (lom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads