Schumi: Lihat Sisi Baiknya Dong!
Senin, 04 Apr 2005 09:39 WIB
Yogyakarta - Michael Schumacher mengaku tidak terlalu kecewa meski gagal finish di GP Bahrain Minggu malam. Pembalap Ferrari ini mengatakan ia akan melihat sisi positif dari hasil ini.Schumacher kembali gagal memperoleh hasil memuaskan bagi timnya, Ferrari. Di sirkuit Sakhir, Bahrain, pembalap asal Jerman ini harus mundur dari balapan karena mengalami masalah dengan sistem hidrolik mobilnya. Juara dunia tujuh kali inipun hanya bisa bertahan di sirkuit tidak lebih dari 12 lap.Hasil ini tentunya cukup mengecewakan bagi sebagian pendukungnya. Senjata terbarunya, F2005 yang digadang-gadang akan mampu memberi perlawanan kepada Renault harus rontok di tengah pertandingan. Padahal di sesi latihan dan kualifikasi, mobil gres Ferrari ini menunjukkan performa yang menjanjikan, meskipun tidak sampai mendominasi Renault. Hal inipun diakui Schumi sendiri.Rubens Barrichelo sepertinya juga mengalami masalah dengan mobilnya beberapa saat menjelang finish. Meskipun bisa mencapai finish diurutan sembilan, namun hasil ini tetap mengecewakan karena Ferrari tidak memperoleh satu poin pun di Bahrain.Bagi tim kuda jingkrak asal Italia ini, hasil GP tanpa poin menjadi ulangan April 2003 lalu. Kegagalan Schumi karena masalah teknis mobilnya juga mengulang insiden yang pernah terjadi pada Juli 2001 silam. Namun ia mengaku tidak terlalu kecewa dan mengambil pelajaran dan sisi positif dari kegagalan ini."Melihat mobil baru ini melaju, sangat kompetitif dan dari sekarang saya berpikir kita akan tampil kompetitif nanti, itu dari sudut pandang saya," ujarnya seperti dilansir dari The Herald, Senin (4/4/2005).Mengenai masalah pada mobilnya, ia amengatakan masalah seperti ini biasa terjadi dan bisa terjadi pada siapa saja. "Saya pikir kerusakan ini tidak ada hubungannya dengan mobil baru kita, kejadian ini biasa terjadi," tandasnya.Setidaknya hasil ini bisa menjadi pe-er bagi kubu Ferrari untuk evaluasi dan perbaikan sebelum GP San Marino yang digelar 24 April nanti. Toh mereka tidak ingin terus-terusan dipecundangi lawannya. (ian/)











































