detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 08 Nov 2016 16:05 WIB

Separuh Mimpi-mimpi Rio Haryanto

Mercy Raya - detikSport
Foto: Manor Grand Prix Racing Ltd Foto: Manor Grand Prix Racing Ltd
Jakarta - Tampil di balapan F1 disebut Rio Haryanto sebagai mimpi yang menjadi nyata. Tapi itu belum semua, Rio masih punya mimpi lain untuk diwujudkan.

2016 akan menjadi tahun yang tak akan pernah dilupakan Rio Haryanto. Dia mencatat sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang tampil di balapan F1. Berstatus pay driver dia memperkuat Tim Manor.

Jalan pemuda kelahiran Solo itu menuju ajang otomotif kasta tertinggi jelas tidak mudah. Selama empat musim sebelumnya dia mengasah kemampuan di ajang GP2 Series, yang dikenal sebagai 'sekolah' bagi pebalap-pebalap F1. Sebelumnya dia juga tampil di GP3 serta Formula BMW.

Panjang sudah perjalanan Rio di balap otomotif dunia. Jalan yang dia tapaki pertama saat masih berusia enam tahun, yang dimulai dengan balapan go-kart lalu berlanjut ke kejuaraan nasional, Asia, hingga akhirnya ke Eropa.

"Memang jalan untuk bisa masuk ke Formula 1 sangat panjang, sangat rumit, dan saya mulai awal karir di dunia motosport sejak usia 6 tahun hingga akhirnya bisa masuk ke puncak level yang bergengsi di motosport yaitu Formula 1. Saya sangat bersyukur atas dukungan dari seluruh masyarakat dan juga sponsor, tentu dukungan keluarga yang setiap harinya memberikan motivasi dan masukan-masukan yang berharga buat saya," ucap Rio dalam wawancara dengan detikSport baru-baru ini.

Separuh Mimpi-mimpi Rio HaryantoFoto: Manor Grand Prix Racing Ltd


"Mimpi yang akhirnya terjadi. Dream come true ya, dan saya ingin untuk para generasi muda untuk tidak takut memiliki mimpi. Teruslah mengejar mimpi kalian semua dan terus mencoba untuk disiplin serta memberikan yang terbaik dalam bidangnya. Dan semoga bisa mencapai mimpi kalian," lanjut pebalap 23 tahun itu.

Mimpi Rio sudah terwujud dengan dia telah berlaga di F1. Tapi itu belum semua. Rio punya mimpi lain yang sangat ingin dia raih: berprestasi di ajang jet darat itu.

"Ya, masih ada keinginan dan capaian. Saya ingin sekali bisa bertanding di Formula 1. Saya juga ingin sekali tampil kompetitif dan naik kelas di F1. Untuk saat ini saya bilang saya masih berada di tim papan bawah. Cukup sulit untuk bisa menjadi juara di tim tersebut."

"Semoga di tahun ke depan saya bisa mendapat tim yang lebih baik dan berharap suatu hari nanti saya benar-benar bisa masuk ke tim yang kompetitif serta memberikan hasil yang baik yaitu masuk podium," harapnya. (mcy/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com