Hal itu dikatakan oleh bos Red Bull Racing Christian Horner, menjelang GP Abu Dhabi akhir pekan ini saat Hamilton akan bersaing dengan Nico Rosberg, rekan setimnya di Mercedes, dalam memperebutkan titel kampiun musim ini.
Hamilton menghadapi balapan tersebut dengan ketinggalan 12 poin dari Rosberg, membuatnya belum pasti juara dunia kendatipun memenangi balapan di akhir pekan. Tapi Horner menilai itu justru jadi keuntungan Hamilton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir secara psikologis ini lebih mudah buat Lewis karena buatnya ini seperti final Piala FA, ia cuma perlu berusaha melakukannya saja," kata Horner di Crash.net.
"Yang harus ia lakukan cuma memenangi balapan dan kemudian menyerahkan semua hasil lain terungkap sendiri. Itu mirip seperti skenario Sebastian pada 2010, ada empat pebalap tahun itu yang masih berpeluang; Lewis, Fernando, Mark, dan Seb. Sebastian tak memedulikan yang lain, menyelesaikan pekerjaannya dan menampilkan balapan yang bagus. Para pebalap lain sedikit sengit... secara khusus Fernando memantau aksi Mark dan lupa dengan Seb. Dan ia menjalani balapan itu seperti Nico dengan cuma perlu finis di tiga besar untuk juara dunia dan pada akhirnya Sebastian yang berhasil.
"Itu memperlihatkan bahwa Anda tak bisa menyepelekan apa pun. Pada akhirnya mesin, girboks, sudah bekerja dengan lama. Tak ada yang luput dari kemungkinan masalah reliabilitas, jadi Anda berharap faktor itu takkan menentukan kejuaraan dunia, tapi Lewis sudah pasti punya peluang cukup bagus memasuki balapan terakhir nanti," tuturnya.
(krs/din)











































