'Si Banteng Merah' menyalip Ferrari sebelum jeda musim panas lalu muncul menjadi pesaing terkuat Mercedes di paruh kedua musim. Menyusul delapan podium yang mampu diraih Red Bull dalam sembilan balapan terakhir.
Red Bull juga mampu mengantongi satu kemenangan yang direbut Daniel Ricciardo di Sepang, Malaysia. Sementara itu, 'Kuda Jingkrak' hanya dua kali naik podium di periode yang sama -- posisi ketiga -- atas nama Vettel di Monza Italia, dan Yas Marina, Abu Dhabi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini kami naik turun di 2016 -- tidak sebaik yang kami perkirakan dan mestinya bisa jauh lebih baik," kata Vettel yang dilansir Autosport. "Soal poin, kami tidak mampu mencetak angka yang cukup di awal musim."
"Menjelang akhir, kami berada dalam pertarungan yang ketat dengan Red Bull. Tapi secara keseluruhan kami memiliki paket yang lebih kuat dan seharusnya kami finis kedua di klasemen konstruktor."
"Kekecewaan terbesarnya adalah kami tidak mampu menyaingi Mercedes," lugas juara dunia empat kali itu.
Kendati demikian, Vettel menyongsong musim 2017 dengan optimisme yang tetap tinggi. "Banyak hal yang terjadi di belakang layar yang seharusnya membuat tim dan seharusnya membuat kami lebih tangguh di musim depan."
(rin/krs)











































