Sejumlah perubahan regulasi mewarnai musim balap F1 2017. Di antaranya adalah desain mobil dan ban yang lebih lebar.
Perubahan itu pada prosesnya membuat mobil bisa menikung lebih cepat, sebagaimana diungkapkan pebalap Williams Valtteri Bottas. Namun demikian, konsekuensinya adalah di lintasan lurus kecepatannya justru tertekan karena drag yang lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, mobil-mobil musim baru nanti akan lebih menuntut fisik para pebalap. Karena bisa menikung lebih kencang, maka mereka dihadapkan G-Force yang lebih besar pula.
Direktur Teknik McLaren Tim Goss antusias dengan perubahan regulasi ini karena lebih menantang untuk para pebalap. Dia menyebut para pebalap akan melewati sejumlah tikungan bak melintasi trek lurus.
"Para pebalap mengatakan mobil-mobil baru ini akan lebih menantang untuk dikemudikan dan mereka harus bekerja lebih keras dan lebih berkonsentrasi untuk mendapatkan yang terbaik darinya," ujar Goss dikutip Motorsport.
"Salah satu efeknya adalah kita tidak akan mengkategorikan sejumlah tikungan sebagai tikungan lagi. Para teknisi mendefinisikan sebuah tikungan sebagai titik lintasan di mana para pebalap harus mengangkat pedal, dan pada dasarnya meluncur dan mengendalikan mobil dengan itu."
"Kalau dia melalui sebuah lengkungan dan kakinya di pedal rata dengan lantai mobil (menginjak gas dalam), kami menggolongkan itu sebagai trek lurus. Karena mobil-mobil baru akan lebih cepat di tikungan, beberapa tikungan di musim 2016 kemarin akan digolongkan sebagai trek lurus."
"Tapi karena para pebalap akan melaluinya dengan lebih cepat, maka mereka akan mengalami tekanan gravitasi yang lebih tinggi, dan itu melelahkan untuk tubuh," tambahnya.
[Baca juga: Horner Sebut F1 2017 Akan Menguntungkan Pebalap Bernyali] (raw/raw)










































