DetikSport
Jumat 17 Maret 2017, 09:10 WIB

Saatnya Jet-Jet Darat F1 Menderu Lagi

Meylan Fredy Ismawan - detikSport
Saatnya Jet-Jet Darat F1 Menderu Lagi Foto: Dan Istitene/Getty Images
Melbourne - Kompetisi Formula 1 2017 akan dimulai dalam hitungan hari. Jet-jet darat akan kembali menderu di atas lintasan dan para pebalap terbaik segera memulai perebutan gelar juara dunia.

Rasanya belum lama kita melihat Nico Rosberg memastikan gelar juara dunia musim lalu di Abu Dhabi dan mengumumkan keputusannya untuk pensiun beberapa hari kemudian. Tapi, episode itu sudah berlalu dan kompetisi baru sudah menanti di depan mata.

GP Australia di Sirkuit Albert Park akan kembali menjadi seri pembuka pada 26 Maret mendatang. Seri tersebut adalah yang pertama dari total 20 seri di sepanjang musim 2017.

Dibandingkan musim lalu, kompetisi musim ini lebih pendek. GP Jerman dicoret dari kalender karena tidak adanya kesepakatan komersial antara pemilik Sirkuit Hockenheim dan Nurburging dengan manajemen F1. Sementara seri-seri lainnya masih sama.

Musim 2017 akan menjadi musim pertama F1 di bawah kendali Liberty Media. Beberapa waktu lalu, Liberty Media mengambil alih bisnis global balapan F1 dari tangan CVC Capital Partners. Bernie Ecclestone yang 40 tahun menjadi bos F1 pun turun takhta.

Dari sisi teknis, terdapat perubahan signifikan pada mobil-mobil F1 tahun ini yang bertujuan meningkatkan catatan waktu hingga 4-5 detik dibandingkan tahun lalu. Mobil-mobil tahun ini akan lebih lebar dan ban yang dipakai pun juga lebih lebar.

Persaingan memperebutkan gelar juara dunia tampaknya tak akan jauh berbeda dibandingkan musim lalu. Mercedes diprediksi tetap jadi kandidat terkuat kendati tim-tim rival berpotensi untuk memberikan perlawanan lebih sengit.

Bedanya adalah musim ini tak ada lagi Rosberg yang menjadi rekan setim sekaligus rival Lewis Hamilton dalam beberapa musim terakhir. Posisi Rosberg di Mercedes sudah digantikan oleh Valtteri Bottas, yang sebelumnya membela Williams. Mempertimbangkan catatan waktu selama dua tes pramusim di Barcelona, Bottas sudah membuktikan dirinya juga kencang dan bisa mengimbangi Hamilton.

Selama tes pramusim, Ferrari terlihat paling berpeluang mengancam dominasi Merdeces. Indikasinya adalah keberhasilan Kimi Raikkonen mengukir waktu terbaik dalam tes pramusim, yang disusul rekan setimnya, Sebastian Vettel, di posisi kedua.

Namun, tes pramusim tak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur karena masing-masing tim punya target sendiri dalam tes itu. Bisa jadi mereka memang tak mengejar catatan waktu dan lebih fokus ke ketahanan mobil. Bisa juga mereka sengaja menyembunyikan kekuatan dan baru mengeluarkannya ketika kompetisi benar-benar dimulai.

Selain Ferrari, Red Bull juga tetap harus diperhitungkan. Daniel Ricciardo adalah salah satu pebalap paling konsisten pada musim lalu, sementara Max Verstappen juga akan makin matang pada musim keduanya di tim ini.

Di kompetisi musim ini, tak banyak wajah baru di jajaran pebalap. Lance Stroll (Williams) menjadi satu-satunya pebalap yang belum punya pengalaman tampil dalam balapan F1. Sementara itu, Stoffel Vandoorne yang menggantikan Jenson Button di McLaren pernah membalap dalam satu seri musim lalu.

Musim 2017 tak akan diikuti oleh timnya Rio Haryanto musim lalu, Manor Racing. Manor sudah bangkrut sehingga kompetisi musim ini hanya diikuti oleh sepuluh tim.

Tapi, dua mantan pebalap Manor, Pascal Wehrlein dan Esteban Ocon, mendapatkan kursi di tim lain. Wehrlein direkrut Sauber, sementara Ocon berlabuh di Force India.


(mfi/cas)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed