Adu Adaptasi di Suhu Dingin

Jelang GP San Marino

Adu Adaptasi di Suhu Dingin

- Sport
Rabu, 20 Apr 2005 14:11 WIB
Jakarta - GP San Marino merupakan seri pertama dari 14 seri dingin Eropa dan Amerika. Semua tim pun dituntut melakukan penyesuaian drastis setelah dua seri panas.Mulai seri keempat di Imola hingga seri ke-17 di Brasil, Formula 1 tidak akan merasakan temperatur di atas 35 derajat celcius seperti di Malaysia dan Bahrain. Khusus untuk hari Minggu (24/4/2005), temperatur di Imola diperkirakan hanya mencapai 20 derajat celcius.Kecuali di Melbourne dimana cuaca yang sulit ditebak, Renault terlihat cukup nyaman di cuaca panas. Demikian juga dengan tim Toyota yang dua kali mendampingi Renault.Namun di Imola peta kekuatan tiga seri perdana tidak akan berlaku mutlak. Pasalnya sirkuit yang bernama asli Autodromo Enzo e Dino Ferrari ini, membutuhkan setingan yang jauh berbeda dengan seri Asia.Jauh-jauh hari sebelumnya pabrikan ban Bridgestone sudah mengumumkan persiapan khusus untuk menebus dosanya terhadap Ferrari di Malaysia dan Bahrain. Hal ini tidak berlebihan, pasalnya Bridgestone memiliki catatan manis yang harus dipertahankan di markas Ferrari ini. Yang menjadi pertanyaan, sejauh mana pesaingnya Michelin juga bisa berbenah dari raja trek panas juga menjadi raja di trek dingin mengalahkan Bridgestone.Namun selain perubahan cuaca yang cukup drastis, masih banyak hal teknis lain yang butuh penyesuaian. Dengan ciri khas kombinasi trek cepat dan tikungan tajam, titik pengereman menjadi sangat penting. Kenangan buruk tewasnya Ayrton Senna and Roland Ratzenberger serta beberapa kecelakaan besar lainnya menjadi bukti Imola butuh perlakuan spesial.Tim Toyota yang datang ke Imola sebagai runner-up mengaku tidak terlalu senang dengan karakter sirkuit. Pasalnya mereka harus merubah setingan TF105 mereka meliputi jenis ban, aerodinamik hingga gear box. Artinya sangat banyak faktor yang bisa menyebabkan kegagalan.Bicara adaptasi, Ferrarilah tim yang bisa dibilang paling siap. Sebagai pemilik sirkuit tidak ada alasan persiapan mereka kurang. Apalagi pengembangan mobil F2005 yang dipakai Michael Schumacher sejak awal dilakukan di sirkuit ini. Selain itu Schumi dan Ferrari merupakan juara tiga tahun berturut-turut di sirkuit ini. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads