Alonso Calon Juara Sejati

Review GP San Marino

Alonso Calon Juara Sejati

- Sport
Senin, 25 Apr 2005 12:53 WIB
Jakarta - Sukses Fernando Alonso di Imola membuktikan dirinya sebagai calon juara sejati. Gelar ketiganya berturut-turut diraih dengan mengalahkan juara dunia Michael Schumacher.GP San Marino tadi malam (Minggu 25/4/2005) merupakan balapan paling menegangkan dari empat seri yang sudah berjalan musim ini. Untuk mengetahui juaranya, penonton dipaksa tidak berkedip hingga detik-detik mobil terdepan menyentuh finis.Pertarungan Alonso dan Schumi sudah terjadi sejak 12 lap terakhir. Saat Schumi sudah berada persis di belakang Alonso, sempat terbersit bayangan sang juara dunia tujuh kali itu akan naik podium. Namun kenyataannya tidak demikian. Alonso berhasil mengatasi tekanan Schumi dan terus memimpin hingga garis finis.Mungkin sebelum finis orang akan berpikir keberuntungan kembali memihak tim Renault dan Alonso. Pasalnya pimpinan balapan diambil Alonso setelah Kimi Raikkonen mundur dari balapan akibat masalah gear box.Namun anggapan tersebut menjadi tidak relevan jika kita melihat usaha Alonso mempertahankan posisinya dari bayang-bayang Schumi selama 12 lap lebih. Selain itu duel ini terjadi di markas Ferrari. Semua penonton di tribun selalu berdiri dan bersorak tiap kali Schumi lewat di depan mereka. Sementara suporter Renault atau Alonso sangat sedikit.Dengan 36 poin Alonso kini memimpin puncak klasemen sementara pembalap. Sedang Schumi yang memperoleh tambahan delapan poin, kini bertengger di posisi tiga dengan total 10 poin.Berikut ulasan pembalap di GP San Marino, Minggu (24/4/2005):Jenson Button BAR Honda #3Ini merupakan hasil terbaik Button musim ini setelah gagal meraih poin di tiga seri sebelumnya. Meski terkesan terlambat, setidaknya pembalap asal Inggris yang musim lalu menempati peringkat tiga itu kini mulai menunjukkan taringnya. Tampil mengesankan di sesi kualifikasi, Button tetap mempertahankan penampilanya saat balapan. Asal performa mobil BAR Honda 007nya tetap stabil seperti ini, tidak mustahil Button akan meraih gelar pertamanya musim ini.Alex Wurz McLaren Mercedes #4Kesempatan yang datang karena cederanya Juan Pablo Montoya benar-benar dimanfaatkan Wurz. Mobil MP4-20 terbukti telah meningkat jauh, buktinya saat kualifikasi rekan satu timnya Kimi Raikkonen meraih pole position, sementara Wurz berada di posisi tujuh. Ketika Kimi akhirnya mengalami kerusakan mesin, Wurz menjadi penyelamat McLaren. Tiga pembalap di depannya berhasil dilewati dan akhirnya finis di urutan keempat dan meraih lima poin. Dengan hasil ini McLaren tetap menjadi salah satu tim yang selalu mengumpulkan angka dari empat seri.Takuma Sato BAR Honda #5Ini adalah poin pertama yang diraih Sato musim ini. Nasib pembalap Jepang ini tampaknya tidak jauh berbeda dengan musim lalu, kerap mendapat mobil yang kalah kelas dari Button. Namun dengan start dari urutan enam dan finis urutan kelima, penampilan Sato tidak mengecewakan.Jacques Villeneuve Sauber Petonas #6Sebagai mantan juara dunia, Villeneuve sudah sepantasnya menjadi tulang punggung tim Sauber. Namun ini merupakan pertama kalinya pembalap asal Kanada ini memberikan poin bagi Sauber. Bagi Sauber poin dari Villeneuve merupakan pencapaian yang luar biasa. Pasalnya bersama rekan satu timnya Felippe Massa, Villeneuve memulai start dari peringkat dua paling belakang. Ini merupakan akibat dari keputusan Sauber mengganti mesin setelah sesi kualifikasi.Jarno Trulli Toyota #7Ini merupakan kali ketiga berturut-turut Trulli menyumbangkan poin bagi tim Toyota. Sebelumnya tim pabrikan Jepang ini tidak berharap banyak di Imola, pasalnya karakteristik sirkuit dinilai tidak sesuai dengan karakter mobil Toyota. Namun demikian hasil ini cukup mengecewakan karena Trulli finis dua peringkat lebih buruk dari posisi start.Nick Heidfeld Williams BMW #8Satu poin yang diraih Heidfeld sedikit berbau keberuntungan karena hukuman yang diberikan panitia lomba terhadap Ralf Schumacher yang diangap melakukan hal berbahaya saat keluar pit di depan Heidfeld. Tadinya Ralf finis kedelapan, tetapi karena dihukum 25 detik peringkat Ralf akhirnya turun ke posisi 11. Heidfeld yang finis di urutan sembilan akhirnya mendapat jatah satu poin.Mark Webber Williams BMW #9Jika dibandingkan dengan rekan satu timnya, Heidfeld, penampilan Webber sangat mengecewakan. Pembalap Australia ini tampil cukup mengesankan saat kualifikasi dengan merebut posisi start keempat. Namun saat balapan Webber sangat mudah dilewati. Bahkan dengan mobil Sauber milik Villeneuve, Webber tidak bisa berbuat banyak.Vitantonio Liuzzi Red Bull #10Debut pertamanya di Formula 1 ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Meski mengaku sangat antusias tampil di negara sendiri, Liuzzi kelihatannya gagal mendapat tempat khusus di hati penonton. Penampilannya yang biasa-biasa saja tidak memberikan kesan yang berarti.Ralf Shumacher Toyota #11Akibat dianggap melakukan aksi berbahaya saat keluar pitstop persis di depan Heidfeld, panitia menghukum Ralf 25 detik. Catatan waktunya pun berubah menjadi 1 menit 35,841 detik, dan terpaksa turun dari peringkat delapan ke peringkat 11 persis dimana Ralf melakukan start. Keputusan panitia perlombaan mendapat kecaman dari Toyota, namun demikian keputusan sudah diambil.Felipe Massa Sauber Petronas #12Akibat pergantian mesin setelah kualifikasi, Massa terpaksa start dari posisi 17 yang tadinya menempati peringkat delapan. Sayangnya pembalap asal Brasil ini gagal mengikuti jejak rekan satu timnya Villeneuve yang menerobos hingga urutan enam. Perjuangan Massa hanya mentok sampai peringkat 12, atau lima peringkat lebih baik dari posisi start.David Coulthard Red Bull #13Ini merupakan pertama kalinya DC gagal menyumbangkan poin setelah selalu masuk delapan besar di tiga seri perdana. Sebenarnya DC memiliki kesempatan untuk mendapat poin, namun di tengah balapan mobil RB1nya disenggol oleh pembalap Williams Mark Webber, sehingga keluar jalur.Di awal musim penampilan Red Bull memang cukup mengejutkan. Namun jika dilihat grafiknya, prestasi DC dan Klien praktis menurun. Dari meraih poin dua-duanya, hingga akhirnya tidak meraih poin sama sekali.Narain Karthikeyan & Tiago Monteiro Jordan #14 & #15Jangan terlalu banyak berharap dengan pembalap asal India dan Portugal ini. Seperti ditegaskan tim Jordan, misi dua pembalapnya adalah membawa mobil EJ15 menyelesaikan lomba dan finis dengan selamat. Dengan mundurnya lima mobil dari balapan, maka posisi 14 Karthikeyan dan 15 Monteiro merupakan hal yang pantas.Giancarlo Fisichella Renault # tidak finisNasib Fisichella sangat tragis. Setelah juara di GP Australia, pembalap asal Italia ini tidak pernah finis lagi. Saat balapan kemarin mobil R25nya tidak bisa dikendalikan sehingga menabrak tembok.Rubens Barrichello Ferrari # tidak finisKali ini giliran Barichello yang mengalami masalah di mobil F2005nya. Kesalahan disebut-sebut berasal dari sistem kelistrikan, yang selama latihan justru tidak pernah bermasalah sama sekali. Namun dengan penampilan luar biasa F2005 Schumi, tidak tertutup kemungkinan Rubinho akan kembali mengancam di seri selanjutnya.Kimi Raikkonen McLaren # tidak finisSetelah tampil meyakinkan di sesi kualifikasi, Kimi justru mendapat sial di balapan yang sesungguhnya. Hingga lap ke kedelapan pembalap asal Finlandia ini masih memimpin balapan. Namun tiba-tiba mobilnya mengalami masalah, kemudian berjalan perlahan hingga akhirnya masuk garasi. Patrick Friesacher & Christijan Albers Minardi # tidak finisMinardi ternyata masih tetap menjadi tim penghibur di Formula 1. Dua pembalapnya Friesacher dan Albers gagal menyelesaikan balapan. Hingga saat ini Minardi bersama Jordan merupakan tim yang belum meraih poin sama sekali. (lom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads