Ferrari Masih Punya PR

Review GP San Marino

Ferrari Masih Punya PR

- Sport
Senin, 25 Apr 2005 14:56 WIB
Jakarta - Setelah empat seri, Ferrari akhirnya mampu mengantarkan Michael Schumacher ke tangga podium. Namun pekerjaan rumah masih menanti. Bagaimana penampilan tim lain di Imola? RenaultSeperti tiga seri sebelumnya, Renault membuktikan kalau mereka adalah tim yang tangguh. Reliability dan kecepatan sudah ok, sementara Fernando Alonso berlaga hampir tanpa cela di tiga seri terakhir.Mesin R25-pun terbilang tanpa masalah. Soal Giancarlo Fisichella? Tampaknya lebih banyak faktor non-teknis yang mempengaruhi jebloknya prestasi jawara GP Australia 2005 ini. Padahal di Imola tim mekanik telah meng-upgrade mobil milik Fisichella dengan mesin baru, RS25 B-spec. Ferrari Untuk kali kedua musim ini, tim "kuda jingkrak" berhasil mengantar pembalapnya ke podium. F2005 semakin bertuah. Di GP Bahrain lalu, Michael Schumacher hampir melakukan debut gemilang, sebelum akhirnya DNF karena kegagalan mesin. Namun demikian kali ini Ferrari menunjukkan perubahan berarti. Ditopang oleh kehandalan Schumi, mereka berhasil meraup 8 angka penting. F2005 terlihat sangat kencang, namun pekerjaan rumah menanti. Kegagalan Rubens Barrichello memasuki finish karena bermasalah dengan sistem elektrik menjadi tanda tanya yang harus dituntaskan timya Jean Todt ini. BAR-HondaBAR-Honda is back! Setelah tiga seri dirundung masalah, runner-up konstruktor tahun lalu tersebut menuai 10 angka, berkat keberhasilan dua pembalapnya menerobos lima besar. Jenson Button finish ketiga dan Takuma Sato di peringkat kelima. Meski mobil BAR 007 belum terlihat kencang, namun secara reliability mesin Honda sudah semakin baik. Buktinya, sejak sesi latihan pertama hingga balapan seri GP San Marino, kedua pembalap mampu tampil konsisten. McLaren-MercedesTim ini masih perlu melakukan perbaikan. Kimi Raikkonen tak finish karena bermasalah dengan mesin mobilnya. Untung, pembalap ketiga Alexander Wurz tampil apik hingga menyelamatkan muka timnya Ron Dennis ini. Mobil MP4-20 memang cukup handal. Sebagai bukti, mereka selalu mampu mendulang angka di empat seri. Namun itu belum cukup membawa tim ini bersaing dengan Renault. Beberapa kali DNF membuat mesin Mercedes masih dipertanyakan. SauberDi Imola, Jacques Villeneuve menunjukkan penampilan terbaik sepanjang empat seri. Villeneuve start ke-18 karena mengganti mesin, namun juara dunia tahun 1997 itu berhasil finish keenam. Kehandalan Villeneuve, ditopang oleh keberadaan mobil Sauber yang semakin baik, membuat Sauber semakin diperhitungkan di jajaran tim medioker. ToyotaUntuk keempat kali, Toyota berhasil meraup angka. Namun pencapaian Jarno Trulli tahun ini tergolong istimewa. Inilah pencapaian terbaik Toyota di Imola, sejak terjun di Formula 1 tahun 2002. Baik Trulli maupun Ralf Schumacher juga menunjukkan kalau investasi jutaan dollar yang ditanamkan Toyota tak sia-sia. Kalau saja Ralf tak terkena penalti 25 detik, pabrikan asal Jepang ini bisa menuai angka lebih banyak. WilliamsMasih bermasalah dengan mesin yang tidak kompetitif. Satu angka diraup karena Nick Heidfeld ketiban untung saat dihadiahi tempat ke-8 atas pelanggaran yang dilakukan Ralf Schumacher di pit-lane. Namun dari empat seri yang telah berjalan tampaknya mobil yang dikendarai Mark Webber dan Heidfeld belum sekompetitif tim papan atas lain. Melawan mobil tim sekelas Sauber saja, Webber keteteran. Red Bull RacingTrendnya menurun. Bagaimana tidak? Dua pembalapnya yaitu David Coulthard (DC) dan Christian Klien selalu mendapatkan angka di dua seri pertama. Tapi di dua seri berikutnya pencapaian mereka menurun. Di seri ketiga Bahrain, Coulthard menyumbang satu angka. Sedangkan di seri keempat ini DC dan Vitantonio Liuzzi tidak mendapatkan angka. JordanJika mengingat keberhasilan Narain Karthikeyan dan Tiago Monteiro yang hampir selalu finish di tiga seri sebelum San Marino, prestasi Jordan kali ini boleh dibilang konsisten. Keduanya hanya finish 14 dan 15, namun hasil ini cukup reasonable buat tim kuning, yang belum melakukan perubahan terhadap mesin Toyota-nya. MinardiMasih belum keluar dari trademark-nya sebagai tim penghibur. Kali ini kedua mobil yang masing-masing dikendarai oleh Patrick Friesacher dan Christijan Albers gagal finish karena masalah girboks. (mel/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads