BAR Terancam Dikeluarkan dari F1

BAR Terancam Dikeluarkan dari F1

- Sport
Selasa, 03 Mei 2005 22:33 WIB
Jakarta - Banding yang dilakukan FIA terhadap panitia lomba di Imola dua pekan lalu berdampak cukup serius. Jika tim BAR Honda terbukti salah, hukuman maksimalnya dikeluarkan dari F1.Niat FIA untuk memproses kasus dugaan pelanggaran yang sengaja dilakukan tim BAR Honda tampaknya cukup serius. Rencananya hari Kamis (5/5/2005) lusa hasil putusan banding FIA akan segera diketahui.Panitia GP San Marino sebelumnya telah meluluskan mobil BAR007 yang dipakai Jenson Button, dan mengesahkan podium ketiganya. Namun FIA melihat hasil penimbangan mobil 007 tidak sesuai dengan aturan karena ternyata kurang dari 600 kg. Berat ini diperoleh setelah menguras seluruh bahan bakar, akibatnya tim BAR dicurugai telah sengaja mendesain tangki bahan bakar tersembunyi.BAR sendiri telah membantah tuduhan tersebut. "Kami tetap yakin bahwa yang benar pasti akan menang. Mobil tersebut tidak lebih ringan, dan saya pikir kami tidak melakukan kesalahan apapun," ujar Kepala Tim BAR Nick Fry seperti dilansir Eurosport, Selasa (3/5/2005).Selain masalah berat mobil Button yang dicurigai menyalahi aturan, BAR menghadapi kemungkinan muncul masalah lainnya yang tidak kalah serius.Jika mobil Button akhirnya dinyatakan lebih ringan, FIA juga perlu menyelidiki mobil yang dipakai rekan satu tim Button, Takuma Sato. Jika beratnya sama, maka FIA harus menerapkan kebijakan yang sama. Namun jika ternyata berat mobilnya tidak sama, maka perlu dipertanyakan mengapa tim BAR mendesain dua mobilnya dengan perlengkapan yang berbeda.Akhirnya tidak hanya masa depan tim BAR saja yang dipertaruhkan dalam kasus ini, tetapi lebih luas lagi yakni masa depan Formula 1. Jika BAR di keluarkan artinya hanya ada 18 mobil yang resmi dari sembilan tim. Aturan FIA mengharuskan 20 mobil agar balapan boleh digelar. Solusinya harus ada minimal dua tim yang menurunkan mobil ketiganya.Karena itu FIA tampaknya tidak akan mengambil langkah ekstrim dengan mengeluarkan tim BAR Honda, nilai kerugiannya sangat besar. Namun badan tertinggi olaraga otomotif sedunia itu juga harus bijak menjaga kepercayaan tim-tim lain. Toleransi terhadap kesalahan fatal seperti ini juga bisa mengurangi kredibilitas FIA untuk menghadapi kasus serupa di masa-masa selanjutnya. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads