BAR Dihukum Dua Kali Balapan

BAR Dihukum Dua Kali Balapan

- Sport
Kamis, 05 Mei 2005 23:36 WIB
Jakarta - FIA memutuskan melarang BAR-Honda tampil dalam dua seri balapan Formula 1 dan mendiskualifikasi hasil terakhir mereka dua di Imola. Beruntung mereka tak dicoret musim ini.Keputusan tersebut diambil pada sidang badan banding FIA dalam kasus pengurangan bobot mobil BAR007 pada GP San Marino dua pekan lalu, Kamis (5/5/2005).Sanksi tersebut menyebutkan bahwa tim runner up musim lalu itu tak boleh berlaga pada GP Spanyol akhir minggu ini dan GP Monaco pada 22 Mei mendatang. Mereka baru bisa balik ke trek pada GP Eropa di Nurburgring seminggu kemudian.Selain itu FIA juga membatalkan 10 poin yang diperoleh kedua pembalapnya, Jenson Button dan Takuma, pada GP San Marino lalu. Ketika itu Button menaiki podium ketiga dan Sato finis di urutan kelima.Ironisnya, itulah kali pertama BAR mengutip angka di musim ini setelah kedua pembalapnya selalu gagal menyelesaikan lomba pada tiga seri pertama, yakni di Australia, Malaysia, dan Bahrain.Akibatnya, posisi pembalap yang memperoleh poin berubah. Alexander Wurz (McLaren) berhak mengisi podium Button, lalu berturut-turut posisi di belakangnya ditempati Jacques Villeneuve (Sauber), Jarno Trulli (Toyota), Nick Heidfeld dan Mark Webber (Williams), serta Vitantonio Liuzzi (Red Bull).Kasus kecurangan BAR terjadi di Imola setelah steward menemukan ketidakcocokan pada bobot BAR007 usai dipakai lomba. Setelah dikosongkan dari bensin, dari yang semestinya 600 kg, mobil tersebut lebih ringan 5,4 kg.Setelah diperiksa lagi selama beberapa jam, panitia memutuskan mengesahkan hasil lomba. Namun FIA tidak puas dan mengajukan proposal banding karena melihat adanya aturan main yang dilanggar.Sebenarnya BAR terancam kena sanksi maksimum, yakni dicoret dari keiikutsertaannya di sisa musim ini, plus denda satu juta euro. Namun empat panel hakim dalam sidang di Paris memutuskan memberi hukuman yang jauh lebih ringan.Sidang menyebutkan bahwa BAR telah melakukan kecurangan dengan sengaja. Mereka juga menyayangkan sikap BAR yang tidak meminta klarifikasi dan tidak transparan dalam kasus ini. Presiden FIA Max Mosley mengatakan: "Fakta dalam kasus ini sudah sangat jelas. Tim ini telah diminta mengeluarkan bahan bakar dari mobil mereka. Mereka menyisakan 15 liter tapi bilang pada kami kosong."Ini merupakan sanksi terberat dalam 20 tahun. Tahun 1984 tim Tyrrell dikeluarkan dari tiga balapan terakhir, dan poinnya tidak diakui karena terbukti menggunakan perlengkapan ilegal. Selain itu di seri kejuaraan reli dunia tahun 1997, tim Toyota juga di keluarkan karena terbukti menggunakan turbo-charger ilegal. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads