BAR Akan Banding ke Pengadilan Perdata

BAR Akan Banding ke Pengadilan Perdata

- Sport
Jumat, 06 Mei 2005 10:59 WIB
Jakarta - Tak terima dengan larangan turun dua seri yang dijatuhkan FIA, BAR-Honda berencana membawa kasus mereka ke pengadilan perdata.Rencana tersebut diungkapkan oleh bos BAR Nick Fry. "Kami tengah memilah-milah beberapa opsi. Yang pasti tujuan kami adalah bisa membalap pekan ini. Kami memiliki pengacara olahraga terbaik, dan kami ingin ada keputusan pengadilan yang keluar setidaknya hari Jumat pagi ini," ucapnya dikutip BBC, Jumat (6/5/2005).Fry mengganggap keputusan FIA bertentangan dengan segala bukti yang telah diperdengarkan. Fry tetap keukeuh menyatakan kalau BAR tidak melanggar peraturan FIA dan justru menunjuk peraturan yang tidak jelas sebagai penyebab hukuman yang mereka terima. "Tim kami telah membuktikan kalau kami sesuai dengan peraturan yang ditetapkan FIA. Tapi FIA sendiri yang mengatakan kalau peraturannya memang kurang jelas," tuturnya. Hari Kamis (5/5/2005) FIA memutuskan melarang BAR-Honda tampil dalam dua seri balapan, yaitu GP Spanyol dan GP Monaco karena melakukan pelanggaran atas peraturan soal bobot mobil di GP San Marino. Selain itu FIA juga memutuskan untuk mendiskualifikasi hasil yang diperoleh Jenson Button dan Takuma Sato. Langkah Fry untuk membawa kasus ini ke pengadilan perdata tampak diinspirasi oleh langkah yang dilakukan pemilik Minardi Paul Stoddart menjelang GP Australia beberapa waktu lalu. Ketika itu Stoddart, yang timnya dilarang tampil di GP Australia karena menggunakan mobil tahun lalu, mengajukan banding ke Victoria Supreme Court. Hasilnya Minardi diperbolehkan terjun di Sirkuit Albert Part. Namun demikian supremo F1 Bernie Ecclestone menyarankan agar BAR tidak membawa-bawa kasus ini ke pengadilan. Pasalnya jika gagal BAR akan lebih menderita."Kalau saya jadi mereka maka saya tidak akan membawa kasus ini ke pengadilan. Saya pikir resikonya sangat besar. Orang-orang akan berpikir mereka mengaku kesalahnnya. Mereka bodoh jika melakukannya," tukas Bernie. Hukuman yang diterima BAR merupakan hukuman terberat yang didapat tim Formula 1 dalam 20 tahun terakhir. Namun BAR terhindar dari dari hukuman yang lebih berat, yaitu dicoret dari kompetisi musim ini. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads