Jelang GP Monaco
Aksi di Taman Bermain Orang Kaya
Rabu, 18 Mei 2005 06:53 WIB
Jakarta - GP Monaco Minggu (22/5/2005) mendatang sangat menantang kemampuan mesin dan pembalap. Tetapi Monaco juga sangat unik karena bisa disaksikan dari balkon hotel, kasino bahkan kapal pesiar.Secara teknis Monte Carlo memberikan tantangan yang sangat besar bagi setiap pembalap. Bagaimana tidak, dalam 78 kali putaran atau 260,520 km, pembalap harus melakukan lebih dari 2000 kali ganti gear.Selain itu permukaan sirkuit Monaco yang mulai digunakan untuk balapan sejak 14 April 1929 ini berbeda dari sirkuit lainnya. Sebagai jalanan kota, permukaan treknya menggunakan aspal yang kondisinya tidak seragam karena dilalui berbagai jenis kendaraan termasuk truk.Di luar faktor pemilihan ban dan ketahanan mesin yang sangat menentukan, semua tim juga sudah harus bertarung mati-matian untuk merebut posisi start terbaik saat sesi kualifikasi. Penyebabnya adalah sempitnya lintasan sehingga menyulitkan pembalap untuk melakukan over take.Hasil balapan tahun lalu membuktikan betapa beratnya persaingan di GP Monaco. Dari 20 pembalap yang ambil bagian, hanya sembilan yang finis. Sisanya terpaksa masuk garasi karena mengalami kerusakan mesin atau kecelakaan seperti yang menimpa pembalap Ferrari Michael Schumacher.Namun tidak hanya faktor teknis yang membuat GP Monaco spesial, masih banyak hal menarik lainnya yang tidak akan dijumpai di seri GP F1 manapun. Yang paling istimewa yaitu "tribun unik" bagi penonton untuk menyaksikan balapan.Layaknya sirkuit balapan, GP Monaco memang menyediakan tribun khusus bagi penonton. Tetapi selain itu jalannya balapan juga bisa disaksikan dari balkon hotel, restauran juga kasino yang terletak di pinggir jalan kota yang dilalui jet-jet darat. Yang lebih eksklusif lagi, para F1 mania juga bisa menonton lomba dari kapal pesiar. Hal ini disebabkan lintasan sirkuit cukup terbuka, dan sangat dekat dengan pelabuhan.Kasino, hotel, pelabuhan dan sirkuit balap menjadi satu? Jangan heran, karena Monaco hanya memiliki luas wilayah 1,95 km persegi. Dengan jumlah penduduk 32 ribu jiwa, Monaco menjadi negara terpadat di dunia yang sangat mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata seperti perhotelan dan kasino. Orang yang memiliki properti di Monaco juga berasal dari golongan atas seperti pengusaha, selebritis dan juga termasuk pembalap Formula 1 David Coulthard. (lom/)











































