detiksport
Follow detikSport
Jumat, 15 Sep 2017 16:37 WIB

Laporan dari Singapura

Beli Tiket dari Calo, Jangan Harap Bisa Tonton F1 Singapura

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Foto: M. Resha Pratama/detikSport Foto: M. Resha Pratama/detikSport
Jakarta - Calo muncul hampir di semua event olahraga, tak terkecuali di Singapura yang akhir pekan ini menggelar F1. Tapi kalau nekat beli dari calo, risiko tak boleh masuk ditanggung sendiri.

Sejak menggelar F1 pada tahun 2008, Singapura memang jadi salah satu tujuan para penggemar F1 terutama di Asia Tenggara. Tak cuma menyuguhkan aksi balap jet darat, tapi Negeri Singa ini juga memberikan hiburan bagi para penonton berupa konser musik.

Sudah puluhan penyanyi atau grup band top pernah manggung di Marina Bay, sebut saja Maroon 5, One Republic, Calvin Harris, Black Eyed Peas, Madonna, dan lainnya. Maka wajar jumlah penonton terbilang lumayan untuk olahraga F1 yang tengah menurun pamornya dalam beberapa musim terakhir.

Banyak dari mereka yang datang bukan untuk menonton aksi Sebastian Vettel, Lewis Hamilton, atau pebalap lain, tapi demi menonton konser musik.

Maka wajar jika event sekelas F1 ini tak lepas dari bidikan para calo tiket yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ini. Tentu saja dengan menaikkan harga tiket ke level yang tak masuk di akal.

Contoh saja yang detikSport saksikan beberapa saat jelang berlangsungnya free practice I GP Singapura, Jumat (15/9/2017) sore waktu setempat.

Saat detikSport dan beberapa media dari Indonesia berada di mall Raffles City, seorang pria bule mendatangi kami dan menanyakan perihal tiket.

Awalnya, kami mengira pria berkeinginan kuat menonton balapan namun tak bisa mendapatkan tiket yang diinginkan. Akan tetapi setelahnya ada dua orang wanita mendatangi pria itu dan menanyakan apakah ada tiket tersisa.

Negosiasi alot terjadi ketika pria itu mengajukan angka 500 dollar singapura untuk tiket tiga hari mulai dari latihan bebas hingga balapan pada Minggu lusa (jenis tiket tidak diketahui). Harga tersebut dirasa ketinggian dan akhirnya kedua perempuan itu memilih meninggalkan pria tersebut.

Jika melihat situs resmi resmi GP Singapura, detikSport yang mendapat tiket terusan Bay Grandstand harus membayar 278 dollar singapura per tiketnya.

Tentu saja calo tadi punya keuntungan hampir dua kali lipat jika tiket tadi jadi terjual dengan harga 500 dollar Singapura.

"Jangan beli lewat calo karena Anda terancam tak diperkenankan masuk," demikian peringatan dari panitia penyelenggara.

Praktek percaloan merupakan tindakan ilegal di Singapura. Bahkan ada denda minimal 1.000 dollar hingga maksimal 5.000 dollar Singapura bagi mereka yang tertangkap mencalokan tiket

Memang dalam beberapa tahun terakhir, panitia GP Singapura sangat aktif mengkampanyekan gerakan anti reselling (penjualan kembali) serta percaloan. Ini dimaksudkan agar hak-hak konsumen terlindungi dari kemungkinan membengkaknya harga tiket.

Tapi pada kenyataannya, praktik percaloan itu masih saja terjadi, bahkan di GP Singapura yang pengamanannya ekstra. (mrp/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed