Ferrari Optimistis dengan Format Kualifikasi Baru
Selasa, 24 Mei 2005 08:56 WIB
Jakarta - Perubahan format kualifikasi memberi angin segar bagi kubu Ferrari. Tim asal Italia ini berharap bisa bangkit dari keterpurukan mereka dalam enam seri terakhir. Seperti diberitakan sebelumnya, format kualifikasi diubah lagi dan akan kembali memakai format satu sesi di hari Sabtu mulai seri ke tujuh GP Eropa di Nuerburging, Jerman, pada akhir pekan ini. Perubahan ini mendapat sambutan yang cukup positif dari peserta lomba maupun pecinta F1. Pasalnya pemberlakuan format lama ternyata banyak menimbulkan kontroversi. Selain selang dengan sesi balapan terlalu dekat, kepuasan penonton juga berkurang karena baru mengetahui pole position hanya tiga jam sebelum perlombaan. Kubu Ferrari juga menerima perubahan ini dengan cukup antusias. Bahkan tim kuda jingkrak ini langsung berharap bahwa perubahan ini bisa jadi menjadi titik tolak kebangkitan mereka musim ini. "Hal ini tentunya tidak mengganggu kami. Bahkan saya berpikir perubahan ini mungkin bisa memberikan hal yang baik bagi kami," ungkap bos Ferrari, Jean Todt, seperti dilansir Eurosport, Selasa (24/5/2005). Pernyataan Todt ini cukup beralasan mengingat timnya gagal memperoleh hasil maksimal dalam enam seri terakhir. Hingga GP Monaco hari Minggu (22/5) lalu, Ferrari hanya mampu mengoleksi 21 poin sekaligus bercokol di posisi lima klasemen konstruktor. Bandingkan dengan raihan poin mereka musim lalu di mana tim asal Italia ini berhasil mengumpulkan 88 angka dalam kurun waktu yang sama. Tentunya perubahan ini akan berimplikasi pada strategi yang diterapkan tim saat melakukan sesi kualifikasi pada hari Sabtu. Logikanya, tim akan mengisi tankinya dengan bahan bakar yang minim saat kualifikasi pertama pada hari Sabtu, sebelum melanjutkan lomba pada hari Minggu. Kemudian mereka harus tahu sampai sejauh mana bisa menggeber kendaraan mereka tanpa harus kehilangan posisi grid.Namun bagi Ferrari, yang menjadi masalah utama buat mereka adalah sesi kualifikasi dengan satu lap seperti mimpi buruk, meskipun mereka bisa dikatakan cukup handal ketika balapan. Todt sendiri mengakui hal itu. "Kami tahu dalam balapan kami tampil sangat kompetitif. Namun permasalahannya kami memulai balapan dari posisi jauh dibelakang," tukasnya. "Kami harus sesegera mungkin memperbaiki performa satu lap kami, yang merupakan kelemahan kami saat ini. Kami mengetahuinya dan masih berusaha memperbaikinya." (ian/)










































