Perjudian McLaren Bikin Raikkonen Frustasi
Minggu, 29 Mei 2005 23:17 WIB
Jakarta - Kimi Raikkonen memaksakan diri menggeber mobil yang bannya sudah oleng? Begitulah perjudian McLaren. Perjudian yang pada akhirnya membuat "Si Manusia Es" gagal dan frustasi.Raikkonen tersingkir secara menyesakkan dari balapan GP Eropa hari Minggu (29/5/2005) meskipun hampir sepanjang lomba memimpin di depan. Memasuki lap terakhir suspensi depan sebelah kanan mobilnya jebol tak kuat menahan beban.Tak ampun lagi kendaraan Raikkonen melintir-lintir tak terkendali, terhempas ke pinggir trek, dan berhenti di garavel setelah menghantam pagar pembatas. Si pembalap memang tidak cedera sedikitpun, tapi kehilangan kesempatan menjadi juara kendati sudah di depan mata sangatlah menyakitkan.Alhasil Raikkonen urung mencetak hat-trick kemenangan pasca menjuarai GP Spanyol dan GP Monaco. Kali ini tropi direbut Fernando Aloso yang ketika insiden itu terjadi hanya berjarak kurang dari dua detik dari Raikkonen.Dijelaskan kubu McLaren, petaka itu bermula ketika Raikkonen melewati Jacques Villeneuve dan mengenai sebuah flatspot. Akibat "sampah" itu vibrasi suspensi depannya terganggu. Di situlah McLaren melakukan perjudian."Kimi mampu mengatasi pandangan kabur yang tak terelakkan itu selama kurang lebih 15 lap. Tim berdiskusi dengannya tentang kondisi ban. Kami memutuskan untuk lanjut demi mengejar kemenangan, dan tak ada seorang pun dari tim ini, termasuk Kimi, yang menyesalkan keputusan tersebut," demikian penjelasan Ron Dennis, bos McLaren.Ia menambahkan, gangguan suspensi mobil yang dikendarai pembalapnya itu merupakan keadaan yang "bisa dimengerti" karena risikonya memang demikian. Meski begitu, tetap saja Raikkonen merasa kecewa, terutama karena hasil ini membuat posisinya dengan Alonso selalu pimpinan klasemen kian lebar. Ia kini tertinggal 32 poin dari pembalap Renault itu."Saya sangat frustasi karena out saat memimpin sampai masuk lap terakhir dan mendominasi balapan. Saya bisa menyeimbangkan mobil sampai sebuah flatspot di ban kananku menyebabkan vibrasi yang mengerikan yang kemudian mengakibatkan gangguan suspensi," ujarnya."Ini bukan saja hasil yang menyedihkan buatku, tapi juga buat seluruh tim yang telah bekerja keras," tambahnya. (a2s/)











































