McLaren: Risiko Itu Layak Diambil
Senin, 30 Mei 2005 11:39 WIB
Jakarta - Sama sekali tidak ada penyesalan di kubu tim McLaren karena memaksa Kimi Raikkonen memakai ban yang rusak. Risiko gagal finis layak diambil demi podium juara.Sejak lap kesepuluh terakhir GP Eropa Minggu, (29/5/2005) tadi malam, ban depan sebelah kanan Kimi sudah terlihat mengalami kerusakan. Namun tim McLaren memutuskan untuk meneruskan balapan tanpa masuk pit untuk mengganti ban.Akibat kerusakan ban, suspensi depan mobil MP4-20 Kimi mengalami getaran. Tiap kali melewati tikungan, risiko patah sangat besar. Menjelang lima lap terakhir, getaran di suspensi depan Kimi semakin keras. Akhirnya persis memasuki lap terakhir menjelang tikungan pertama, suspensi mobil Kimi patah. Pembalap Finlandia itu pun terperosok sangat jauh hingga membentur dinding.Insiden tersebut otomatis mengubur harapan Kimi untuk naik podium pertama tiga kali berturut-turut. Meski demikian, tidak ada satu orang pun di tim McLaren termasuk Kimi yang menyesali keputusan tim untuk terus melaju menggunakan ban yang rusak."Kami di sini untuk menang. Getaran yang luar biasa menyebabkan beban berlebihan pada komponen suspensi. Saya mendiskusikan hal itu setelah balapan dengan Kimi, dan dia setuju dengan keputusan kami yang dinilainya tepat. Hidup memang penuh risiko," ujar Bos tim McLaren Ron Dennis, seperti dilansir BBC, Minggu (29/5/2005).Dengan hasil ini Raikkonen yang memperoleh 27 poin gagal merapatkan jarak dengan Alonso yang unggul 32 poin. Namun balapan masih menyisakan 12 seri lagi, dan cukup banyak waktu bagi siapapun untuk mengejar Alonso."Rasanya sangat sakit. Saya benar-benar fustrasi harus berhenti dalam posisi memimpin balapan persis di lap terakhir. Kami kehilangan 10 poin, tetapi kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk menang," tambah Kimi."Kami bisa saja mengamankan posisi ketiga di belakang Alonso, dan hasil itu tentunya lebih baik daripada sekarang. Tetapi kami sedang bertarung untuk mengejar gelar juara, dan kemenangan adalah satu-satunya hal yang kami inginkan. Kami mengetahui risikonya, dan kami telah membayarnya," lanjutnya. (lom/)











































