Insiden Kimi Bukti Aturan Ban Rancu

Insiden Kimi Bukti Aturan Ban Rancu

- Sport
Senin, 30 Mei 2005 14:37 WIB
Jakarta - Tim McLaren memang tidak menyesali keputusannya memaksa Kimi Raikkonen membalap dengan ban rusak. Tetapi aturan ban yang masih rancu juga memiliki andil dalam keputusan McLaren.Sepuluh lap terakhir di GP Eropa hari Minggu (29/5/2005) kemarin, ban depan sebelah kanan mobil MP4-20 Kimi sudah mulai mengalami kerusakan. Tetapi karena Kimi diikuti pembalap Renault Fernando Alonso, McLaren memutuskan Kimi harus menyelesaikan balapan dengan resiko tidak finis.Akhirnya persis saat memasuki lap terakhir, suspensi depan sebelah kanan mobil Kimi patah akibat getaran yang terlalu keras dan Kimi tergelincir hingga membentur dinding.Tim McLaren mengaku tidak menyesali keputusan yang telah mereka buat. Tetapi Direktur tim McLaren Martin Whitmarsh mengungkapkan bahwa aturan baru tentang ban yang dinilai masih rancu, turut mempengaruhi keputusan mereka.Dalam aturan baru FIA, setiap pembalap hanya boleh menggunakan satu set ban mulai sesi kualifikasi hingga balapan. Pergantian ban baru boleh dilakukan jika mengalami kerusakan atau pecah. Dan ban yang diganti hanya yang rusak atau pecah saja.Jika ban pecah, maka sudah jelas boleh diganti. Tetapi permasalahannya untuk ban rusak, hanya FIA yang berhak menentukan. Tim boleh saja mengganti ban, tetapi ban yang diganti baru dinyatakan rusak setelah diperiksa FIA usai balapan. Jika saat diperiksa FIA menilai ban tersebut masih layak, maka pembalap akan didiskualifikasi."Saat ini kami bisa sedang berada dalam kondisi bernegosiasi dengan FIA. Jelas ini sudah menjadi masalah, dan hal ini sangat berbahaya," ujar Whitmarsh seperti dilansir BBC, Senin (30/5/2005). "Hal ini sudah dikomentari sepanjang tahun, karena sudah menciptakan dilema yang seharusnya tidak kami alami," lanjutnya.FIA memberlakukan aturan ini dengan tujuan untuk membatasi pengeluaran tim tiap kali balapan. Namun di sisi lain aturan ini mulai menimbulkan keraguan karena mengancam keselamatan pembalap. Dalam kasus Kimi misalnya, jika suspensi roda depannya patah saat tikungan, bisa dibayangkan bagaimana hebatnya kecelakaan yang mungkin akan dialaminya. Namun hingga kini FIA masih belum membahas masalah ini secara resmi. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads