detiksport
Follow detikSport
Rabu, 17 Jan 2018 16:32 WIB

Ayah Sean Gelael: Anak Saya ke F1 2019? Kita Lihat Nanti

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Sean Gelael saat sesi free practice bareng Toro Rosso musim lalu (Peter Fox/Getty Images) Sean Gelael saat sesi free practice bareng Toro Rosso musim lalu (Peter Fox/Getty Images)
Jakarta - Pertanyaan soal kapan Sean Gelael naik kelas ke Formula 1 kembali mengemuka. Apakah itu di 2019 atau 2020, ayah Seab menuturkan analisanya.

Sean kini memasuki musim ketiga penuhnya membalap di F2. Setelah memperkuat Carlin dan Arden, Sean bakal memperkuat Prema pada musim 2018 berdampingan dengan Nyck der Vries.

Ini merupakan keuntungan untuk pebalap 21 tahun itu mengingat Prema selalu finis di dua besar klasemen konstruktor plus menempatkan para pebalapnya sebagai juara dunia dalam dua musim terakhir.

Dengan mobil yang lebih kompetitif normalnya Sean bisa tampil lebih kompetitif ketimbang dua musim awalnya di mana selalu finis posisi ke-15 dan belum sekalipun meraih kemenangan.

"Apakah musim ini terakhir di F2? Apakah mobil baru ini bakal cocok, kita tahu Prema di atas. Secara teori, dengan good engineer, pasti akan lebih baik dari yang lain dan juga dengan mobil baru. Teorinya, harusnya lebih bagus kalau engineer-nya bagus. Prema, ART, Dams, semua kompetitif. kita tahu engineer bagus," ujar ayah Sean, Ricardo Gelael, kepada wartawan di kantornya, Senin (15/1) malam WIB kemarin.

"Ini soal pebalapnya juga, bagaimana Sean bisa adaptasi, mungkin hari ini kalau lihat waktu jelek, dia lebih fokus ke nyupirnya dan tidak mikir mobilnya. Dia tahu mobilnya sudah terbukti bagus. Tapi tentu Sean juga punya kelemahan, inkonsisten di kualifikasi. Ini lagi dicari ama Prema apa kelemahan dia, ini harus diperbaiki. Ban juga belum tahu, apakah sama komponennya. Semua masih tek-teki," sambungnya.

Dengan umurnya saat ini, Sean pun mulai didesak publik untuk menjajal balapan F1 seperti halnya Rio Haryanto dua tahun lalu di Manor. Apalagi Sean bakal menjalani musim ketiganya di F2 yang dianggap jadi bekal cukup menjajal balapan jet darat tertinggi itu.

Tapi, Ricardo sendiri tak mau buru-buru dan meminta publik menunggu seperti apa performa Sean di musim yang baru. Sean sendiri sudah menjajal F1 saat mengikuti empat kali sesi free practice bareng Toro Rosso musim lalu serta tiga kali tes.

"Pokoknya kalau kita sih lebih cepat, lebih bagus. Kalau hasilnya bagus, terakhir sih bagus, kita lihat proses aja. Kalau hasilnya dia jelek ngapain diterusin juga. Kita harus fair," paparnya.

"Tapi jelek karena dia atau jelek karena tim mekanik, banyak penyebabnya. Kita gak bisa lihat hasil, dari hasil kita bisa lihat kenapa dia jelek."

"Kalau kita lihat masih ada harapan, dia bisa top seven atau top five, kita coba lagi tahun depan. Kalau dia masih di luar 10 besar, yaudahlah," tutup Ricardo yang juga mantan pereli nasional itu.


(mrp/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed