Kronologi Boikot 7 Tim di GP AS (2)

Kronologi Boikot 7 Tim di GP AS (2)

- Sport
Senin, 20 Jun 2005 06:33 WIB
Jakarta - Setelah gagal menemukan solusi teknis untuk mengatasi masalah ban, Michelin kemudian mengirimkan surat kepada FIA untuk mencari jalan keluar.Beberapa usulan disampaikan kepada FIA, namun ditolak. Bahkan FIA mengancam akan menjatuhkan sanksi yang lebih berat jika ada tim yang nekat melanggar aturan.FIA mengingatkan bahwa semua tim bisa melakukan balapan tanpa melanggar aturan, yakni dengan mengganti ban tiap kali memang dirasa sudah rusak. Namun hal ini ditanggapi dingin oleh tujuh tim pengguna ban Michelin.Minggu (19/6/2005)* Michelin mengirim surat kepada FIA- Karena tidak memiliki banyak pilihan, Michelin mengirimkan surat resmi kepada FIA, dengan tembusan kepada tujuh tim pengguna ban Michelin. Surat tersebut ditandangani oleh Direktur Michelin Motorsport Pierre Dupasquier, dan Direktur F1 Michelin Nick Shorrock, ditujukan kepada Direktur Balapan dan Delegasi Keselamatan FIA Charlie Whiting.- Dalam suratnya Michelin mengakui tidak memahami akar permasalahan ban mereka, dan telah menginformasikan kepada tim yang menggunakan ban Michelin bahwa Michelin tidak menjamin keamanan membalap dengan menggunakan ban yang ada.- Sebagai solusinya, Michelin meminta FIA untuk memastikan kecepatan akan dikurangi di tikungan terakhir (turn 13). Hal ini untuk memastikan tidak terjadi kecelakaan saat balapan.* FIA menyarankan alternatif lain- FIA kemudian membalas surat Michelin. Surat ini tidak hanya ditembuskan kepada tujuh tim pengguna ban Michelin, tetapi kepada seluruh tim Formula 1.- Dalam balasannya, FIA mengaku terkejut dengan permasalahan Michelin, mengingat Michelin sudah memiliki pengalaman di Indianapolis. Bahkan FIA mengingatkan bahwa pengakuan Michelin bahwa produknya tidak memuaskan tim yang menggunakan ban Michelin, sudah berbenturan dengan aturan International Sporting Code (article 51).- FIA berharap Michelin memberikan peringatan kepada tim pengguna produknya untuk melaju dengan batas kecepatan yang aman. FIA sendiri juga akan memberikan peringatan tentang batas kecepatan yang aman.- Lebih dari itu FIA juga menjelaskan bahwa beberapa tim telah mengirimkan surat untuk diijinkan menggunakan ban dengan jenis yang berbeda saat kualifikasi. Mengenai masalah ini, FIA menegaskan hal tersebut melanggar aturan. FIA bahkan memperingatkan akan memberikan sanksi lebih berat jika ada tim yang menggunakan ban di luar yang diizinkan.- FIA juga menegaskan bahwa usulan Michelin untuk memperlambat kecepatan di tikungan terakhir dengan membuat chicane (tikungan tambahan), bukan wewenang FIA. Karena keputusan tersebut jelas untuk menguntungkan sebagian tim, bukan seluruhnya. (Lain halnya jika usulan ini disetujui oleh seluruh tim).- FIA kemudian menjelaskan bahwa jika ban Michelin memang cepat rusak, maka ada aturan teknis yang bisa mengakomodasi hal tersebut yaitu pit stop. Selama ban tersebut memang rusak, maka tim berhak menggantinya. Hal ini tidak akan merugikan tim lain, dan tidak melanggar aturan.* Pertemuan antar tim- Setelah mendapat jawaban tegas dari FIA, seluruh tim kemudian berdiskusi untuk mencari solusi terbaik. Usulan untuk menggunakan ban dengan spesifikasi baru yang tidak didaftarkan Michelin, jelas tidak diizinkan. Kini alternatif terbaik tinggal penambahan chicane, yang hanya dimungkinkan jika 10 tim Formula 1 sepakat untuk melakukannya.- Dalam pertemuan antar tim, sembilan tim setuju untuk menambah chicane. Namun seperti biasanya, Ferrari berada di pihak yang berbeda. Tim "Scuderia" menolak usulan ini. Akibatnya tidak ada yang bisa dilakukan hingga balapan dimulai.- Usulan FIA untuk melakukan pit stop jika ban memang mengalami kerusakan, dinilai sia-sia. Sebab, berdasarkan perhitungan tim teknis Michelin, ban hanya bisa bertahan selama 10 lap. Artinya selama balapan, satu tim bisa mengganti ban sampai enam kali.- Sempat ada usulan dari Bos tim McLaren Mercedes, Ron Dennis, yakni penggunaan safety car. Dennis mengungkapkan bahwa ban mengalami kerusakan parah karena temperatur lintasan dan juga ban yang semakin tinggi. Diusulkan penggunaan safety car pada lap-lap tertentu, untuk memberikan waktu agar temperatur lintasan dan ban kembali normal. Namun usulan ini juga tidak diterima.Senin (20/6/2005)* Balapan GP AS- Hingga menjelang detik-detik balapan dimulai, seluruh tim masih berharap akan adanya perubahan. Hal ini dibuktikan dengan persiapan seluruh tim, dilakukan seperti balapan normal. Namun setelah balapan dimulai, ternyata perubahan yang dinanti-nanti tidak terjadi.- Saat akan start sebelum warming up lap, seluruh pembalap seperti biasanya menempati posisi start masing-masing. Namun usai warming up lap, 14 pembalap dari tujuh tim langsung masuk pit dan mengandangkan mobilnya. Tinggallah enam pembalap yang meneruskan lomba. Tim Jordan dan Minardi yang tadinya setuju penambahan chicane akhirnya memutuskan untuk ikut lomba. Pertimbangan kesempatan memperoleh nilai menjadi alasan utama tim ini, disamping mereka merupakan pengguna ban Bridgestone seperti Ferrari.Hasilnya mudah ditebak. Ferrari menempati podium satu dan dua untuk pertama kalinya musim ini. Peringkat ketiga ditempati pembalap Jordan, Tiago Monteiro. Ini juga menjadi podium pertama bagi Monteiro dan tim Jordan. Mengikuti regulasi FIA, ini merupakan bukti bahwa Bridgestone superior atas Michelin di Indianapolis. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads