Ofisial Indianapolis Sangat Kecewa

Ofisial Indianapolis Sangat Kecewa

- Sport
Senin, 20 Jun 2005 12:06 WIB
Jakarta - Ofisial Indianapolis Motor Speedway (IMS) sangat kecewa dengan apa yang terjadi di lomba GP AS. Mereka juga khawatirkan sirkus F1 di Indianapolis akan berakhir. Petinggi IMS merasa kecewa karena 14 mobil dari 20 pembalap yang akan berlaga mundur dari GP AS, Senin (20/6/2005) dinihari WIB. Tentu saja keputusan tujuh tim mundur membuat ofisial IMS sangat terkejut. "Kekecewaan yang sangat besar," keluh Presiden IMS Joie Chitwood yang juga diamini oleh Kepala Eksekutif Tony George seperti dilansir F1 Live, Senin (20/6/2005)."Saya bisa mengatakan kepada anda ini, bahwa kami merasa menjadi korban atas apa yang dilakukan para penonton setelah mereka melihat kejadian itu," lanjut George. Ketika ditanya apakah sirkuit akan dilakukan pembenahan sementara sesuai permintaan Michelin dan tim mereka, Chitwood menegaskan bahwa mereka tak pernah memintanya. "Keputusan itu sudah diluar kekuasaan kami," tegasnya Chitwood. Kami tidak ingin menjadi WC Umum atas permintaan itu." Sekarang, tinggal masalah mengenai ribuan penonton yang tidak puas akan lomba ini. Chitwood menegaskan mereka akan memberikan keputusan dalam beberapa hari ini. "Kami akan serius melihat posisi kami atas respon yang akan akan beri dalam beberapa hari ini dan melihat apa yang pantas kami lakukan," ungkap Chitwood. Keputusan ini termasuk memutuskan perlu atau tidaknya suporter diberikan kompensasi, namun juga mereka sendiri harus melihat masalah finansial mereka. Saat lomba GP AS ini para penonton memang sempat marah karena lomba hanya diikuti oleh tim yang memakai ban Bridgestone yaitu Ferrari, Jordan, dan Minardi.Sementara para tim yang memakai ban Michelin mundur karena alasan keamanan. Tentu saja penonton kesal karena hanya menonton enam mobil dari seharusnya 20 mobil. Mereka telah mengeluarkan uang membeli tiket yang harganya sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta. Para penonton akhirnya membuat ulah menunjukkan kekecewaaan mereka.Mereka melemparkan berbagai benda ke tengah trek. Banyaknya "sampah" dari penonton itu membuat petugas beberapa kali harus masuk ke tengah trek dan memungutnya. (key/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads