Ancaman Pemboikotan Lagi?

Ancaman Pemboikotan Lagi?

- Sport
Minggu, 26 Jun 2005 21:46 WIB
Jakarta - Masih hangat dipikiran pecinta balap F1 mengenai insiden pemboikotan di GP Amerika seminggu yang lalu. Lomba yang rencananya bakal berlangsung menarik berakhir dengan tanpa cerita mengesankan.Namun harapan mereka untuk tidak melihat lagi insiden mengecewakan seperti itu terancam pupus. Pasalnya ada komentar dari bos salah satu tim F1 yang menyatakan bahwa aksi serupa kemungkinan besar akan kembali terjadi.Adalah bos Minardi Paul Stoddart yang memberikan pernyataan mengejutkan ini. Menurutnya aksi boikot akan kembali terjadi jika tujuh tim yang tidak besedia mengikuti perlombaan pada pekan lalu mendapat hukuman dari majelis tertinggi F1, FIA.Komentar Stoddart ini berkaitan dengan ancaman hukuman yang diberikan pimpinan tertinggi FIA, Max Mosley, kepada tim yang terlibat dalam aksi itu. Ancaman yang dimaksud bisa berupa teguran hingga larangan berlomba selamanya, namun Mosley juga menambahkan kemungkinan jatuhnya hukuman bukan kedua hal yang telah disebutnya itu, melainkan hanya berkisar diantaranya (denda).Meskipun tidak mengikuti aksi boikot tersebut (Minardi memakai ban Bridgestone, sedangkan aksi boikot diikuti oleh semua tim yang menggunakan ban Michelin) dan terancam mendapat hukuman, namun Stoddart memiliki pandangan tersendiri mengenai masalah ini."Hukuman ini tentunya sangat menakutkan karena jika yang mereka peroleh lebih dari sekedar teguran, hal itu sangat salah. Masalahnya mereka disini juga sebagai korban tidak bersalah, seperti halnya sirkuit Indianapolis dan juga publik Amerika," tandasnya kepada Five Live, Minggu (26/6/2005).Karena hal itulah, Stoddart berharap Mosley dapat berpikir bijaksana, meskipun dirinya sendiri tidak yakin hal itu akan terjadi. "Bisa saja hukuman yang mereka terima bermacam-macam. Saya juga mendengar selentingan kabar bahwa hukuman yang diterima berupa denda sekitar 2,5 juta poundsterling (sekitar Rp 44 miliar) hingga larangan berlomba, dan semacamnyalah. Saya harap Mosley bisa berpikir dengan hati, tapi siapa yang tahu?" tambahnya lagi.Namun, bagaimana jika hukuman tetap diberikan? "Saya rasa akan ada banding, hal ini akan dibawa ke pengadilan FIA dan kemudian diakhiri di pengadilan umum," prediksi Stoddart.Ia juga kembali menegaskan bahwa pihak yang patut disalahkan mengenai insiden ini adalah Mosley. Stoddart berpendapat bahwa alasan Michelin untuk menggunakan set ban baru untuk menjamin keamanan pembalap ternyata tidak diterima Mosley dan hal inilah yang menjadi penyebab aksi boikot itu."Mereka membooking pesawat pribadi dan terbang dengan satu set ban pengganti dan mereka menemukan satu permasalahan yang sama. Menurut saya hal ini membutuhkan penanganan khusus. Yang kita butuhkan saat itu adalah krisis manajemen dan apa yang kita dapat dari Mosley, seperti biasanya, manajemen yang berada dalam krisis," tukasnya. (ian/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads