FIA Putuskan Bersalah pada Tim Pemboikot GP AS

FIA Putuskan Bersalah pada Tim Pemboikot GP AS

- Sport
Kamis, 30 Jun 2005 01:30 WIB
Jakarta - Federasi Automobil Internasional (FIA) memutuskan bahwa tujuh tim Formula 1 yang memboikot GP AS 19 Juni lalu bersalah dalam dua aspek.Aspek pertama, Renault, McLaren, Toyota, Williams, Red Bull, Sauber dan BAR, dianggap gagal memperoleh ban yang cocok untuk balapan tersebut, sedangkan hal itu semestinya mereka jamin.Aspek kedua, ketujuh tim tersebut dinyatakan bersalah karena mengandangkan mobil-mobilnya dan menolak balapan -- lomba tetap berlangsung tapi hanya diikuti enam kendaraan. Demikian hasil pertemuan FIA dengan pihaki manajemen F1 dan tim-tim peserta di Paris, Rabu (29/6/2005). Hukuman kepada yang bersalah akan ditentukan pada pertemuan berikutnya 14 September mendatang, sehingga mereka dan Michelin punya waktu untuk memperbaiki citra Formula 1.Secara implisit presiden FIA Max Mosley mengatakan bahwa sanksi kepada Renault cs kemungkinan besar berupa denda ketimbang pengurangan poin atau larangan tampil di seri tertentu."Secara pribadi saya sangat enggan mengutak-atik poin kecuali apa yang diperbuat seseorang itu membawa efek pada performa sport mereka," katanya. "Tidaklah wajar mengurangi poin atau melarang orang-orang dari sebuah balapan. Kami punya kemampuan untuk menjatuhkan sanksi dengan dan berbuat apa dengan uang itu."Denda tersebut, tambah Mosley, rencananya akan diprioritaskan sebagai kompensasi buat fans yang secara langsung maupun tidak langsung dirugikan atas momen memalukan di Indianapolis itu.Sementara itu Michelin, pabrikan ban yang merekomendasikan tujuh timnya menarik diri dari balapan, dipandang bersalah atas aksi boikot tersebut, namun FIA takkan menjatuhkan hukuman kepada perusahaan asal Prancis itu. Toh kasus ini saja, kata Mosley, telah jadi pressure tersendiri buat Michelin.Michelin sendiri kemarin telah mengumumkan rencananya mengganti uang tiket 120 ribu penonton, serta akan mendistribusikan 20 ribu lembar tiket buat fans untuk GP AS tahun depan.Kecuali dua aspek di atas, tujuh tim dinyatakan tidak bersalah pada tiga dakwaan lainnya, yakni menolak berlomba dengan limit kecepatan yang telah ditentukan, menarik diri dari balapan pada formation lap, serta tidak memberitahu penyelenggara lomba tentang maksud mereka mundur dari balapan. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads