Schumi Tak Ikut Petisi Pembalap
Jumat, 01 Jul 2005 08:32 WIB
Jakarta - Surat pernyataan tentang faktor keselamatan GP AS lalu telah ditandatangani 19 pembalap. Satu-satunya pembalap yang menolak terlibat di dalamnya adalah Michael Schumacher.Pemenang lomba yang hanya diikuti enam mobil itu mengaku tidak merasa perlu ikut menandatangani surat yang dilatarbelakangi oleh aksi boikot tujuh tim pemakai ban Michelin di Indianapolis."Sejauh yang saya pahami, inisiatif ini datang dari Renault. Pertama-tama, mereka yang menghubungi saya, tapi saya tidak membalasnya," tukas pembalap Jerman yang juga salah satu pemimpin Asosiasi Pembalap Grand Prix (GPDA) itu."Saya justru akan heran jika mereka melakukannya (membuat surat pernyataan tersebut)," tambah Schumi, yang timnya, Ferrari, memakai ban Bridgstone dan finis satu-dua di Indy.Juara dunia tujuh kali itu juga menegaskan, masalah ini bukanlah urusan GPDA. "Saya pikir kami hanya beda pendapat saja. Ini hal biasa. Jadi, saya tidak menandatanganinya."Jarno Trulli, yang meraih poleposition tapi ikut mundur, berbeda dengan Schumi. Pembalap Toyota itu percaya bahwa surat pernyataan itu telah mendapat persetujuan dari GPDA."Saya menerima dokumen ini langsung dari GPDA dan kami semua tahu berapa banyak orang yang ada di GPDA. Mungkin kebanyakan dari kami di sini adalah anggotanya. Tak ada yang bisa bilang 'saya tidak memperoleh pesan ini'. Yang mungkin bisa Anda katakan adalah 'saya tidak setuju'. Itu opini saya," ungkapnya dikutip Planetf1.Surat pernyataan yang dimaksud adalah surat yang dibahas pada pertemuan FIA di Paris dua hari lalu, yang dimaksudkan sebagai dukungan pada tujuh tim yang dipermasalahkan karena menarik diri dari balapan GP AS.Salinan surat itu telah disebarkan kepada media massa oleh salah satu tim tersebut, Renault. Di dalamnya antara lain disebutkan bahwa anjuran FIA agar pembalap-pembalap Michelin mengurangi kecepatannya di tikungan terakhir sirkuit itu tidaklah tepat."Sugesti itu tidak mungkin bisa berjalan, tak bisa dijadikan kebijakan, dan di atas semua itu: tidaklah aman," terang mereka. (a2s/)











































