McLaren Kritik Hukuman Kimi

Jelang GP Prancis

McLaren Kritik Hukuman Kimi

- Sport
Minggu, 03 Jul 2005 13:32 WIB
Jakarta - Tim McLaren Mercedes mengecam hukuman start 10 grid yang dijatuhkan stewards GP Prancis terhadap Kimi Raikkonen. Menurut tim McLaren, Kimi tidak sepantasnya dihukum.Kimi mengalami nasib sial saat sesi latihan hari Jumat (1/7/2005), karena mesin mobil MP4-20-nya jebol. Pembalap asal Finlandia itu pun terpaksa menggunakan mesin baru, mulai sesi latihan hari sabtu hingga balapan.Pergantian mesin itu menyebabkan Kimi mendapat hukuman 10 grid posisi start. Akibatnya meski pada sesi kualifikasi mencatat waktu tercepat ketiga, namun saat balapan Kimi harus start dari posisi 13.Hukuman yang diterima Kimi memang sesuai dengan aturan FIA, namun tim McLaren tetap merasa tidak puas. Sebab tim sebenarnya sudah dirugikan akibat kegagalan mesin, sangat tidak adil jika masih harus menerima hukuman."Bagi saya ini bukanlah aturan yang benar, saya harus menyatakan ini. Hal itu (kerusakan mesin) terjadi, dan Anda dihukum, sementara untuk kegagalan teknis lain Anda tidak dihukum. Saya tidak mengerti mengapa kerusakan mesin harus dihukum, tetapi itulah yang terjadi," ujar Bos Mercedes, Norbert Haug, seperti dilansir Eurosport, Minggu (3/7/2005)."Bagi saya pekan ini diawali dengan cara yang paling buruk. Dengan kegagalan mesin, kami tahu artinya tidak akan mudah memperoleh poin. Tetapi akan semakin bertambah susah karena kami dihukum 10 grid," lanjutnya.Karena Kimi harus turun ke urutan 13, maka pembalap Ferrari, Michael Schumacher yang saat kualifikasi mencatat waktu tercepat keempat, naik satu peringkat ke urutan tiga. Sementara dua posisi start terdepan ditempati oleh pembalap Renault, Fernando Alonso, dan pembalap Toyota, Jarno Trulli. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads