Button Lega Akhirnya Dapat Poin
Senin, 04 Jul 2005 06:23 WIB
Jakarta - Siapa yang tidak puas jika usaha yang telah dilakukannya membuahkan hasil? Begitu pula Jenson Button. Pembalap BAR-Honda ini juga lega akhirnya bisa memperoleh poin.Button dan BAR-Honda hingga seri kesembilan selalu gagal memperoleh poin. Kerusakan mesin dan diskualifikasi lomba merupakan salah satu faktor ketidakberhasilan mereka musim ini. Jadi cukup beralasan mengapa Button yang finis di posisi empat GP Prancis, Minggu (3/7) malam, mengaku puas dengan hasil tersebut. Menurut pembalap berkebangsaan Inggris ini, hasil ini bisa membuat dorongan bagi dia dan timnya untuk kembali berusaha mencetak hasil yang sama, atau malah lebih baik dari yang sekarang."Senang akhirnya bisa memperoleh poin di klasemen setelah melewati pertengahan musim yang buruk. Ini merupakan hasil yang bagus bagi tim dan bisa saja keadaan akan menjadi lebih baik bagi kami di sisa musim. Selain itu kemenangan ini bisa menjadi dorongan untuk mempersiapkan diri berlaga di kampung halaman kami di Silverstone minggu depan," ungkap Button seperti dikutip Crash, Senin (4/7/2005).Keberhasilan dirinya dan BAR hari ini tidak terlepas dari strategi yang tepat. Selain itu kerja keras tim selama akhir pekan untuk memberikan setingan yang pas baginya akhirnya terbayarkan."Saya rasa kami telah memiliki strategi yang tepat di seri ini dan tim juga telah bekerja keras akhir pekan lalu untuk meraih posisi keempat hari ini," tambahnya lagi.Button mengimbuhi bahwa hasil ini bukan semata-mata hanya untuk usaha memperoleh poin semata, melainkan menciptakan prestasi yang hebat adalah tujuan sebenarnya dari kerja keras mereka selama ini. "Keberhasilan ini tidak untuk memperoleh angka saja. Yang sangat membanggakan tentunya, namun betapa dekat kami dengan podium, yang membuat motivasi besar bagi kami saat ini," sergahnya.Menduduki posisi empat di Magny-Cours membuat Button berhak memperoleh angka lima dan bercokol di peringkat ke-16 klasemen pembalap. Sedangkan bagi BAR perolehan poin ini membuat dirinya akhirnya menunjukkan eksistensinya sebagai sebuah tim. Tim Inggris inipun menduduki posisi paling bontot klasemen konstruktor, juga dengan lima angka. (ian/)











































