Dua Harapan Williams untuk 2006

Dua Harapan Williams untuk 2006

- Sport
Kamis, 07 Jul 2005 11:44 WIB
Jakarta - Musim balap F1 2006 memang masih lama bergulir, namun tim Williams sudah memiliki harapan khusus, yaitu mengenai Jenson Button dan mesin baru mereka.Sudah jadi rahasia umum jika langkah Williams musim ini sedikit terseok-seok dibandingkan dengan empat tim (Renault, McLaren, Ferrari dan Toyota) di atasnya. Hingga seri ke-10 pekan lalu, tim asal Inggris ini baru mengumpulkan poin 47.Bahkan catatan performanya selama delapan musim terakhir terhitung sangat mengenaskan. Tim yang mendominasi pada tahun 90-an ini gagal menghadirkan satupun gelar juara.Catatan prestasi inilah yang dirasa bos Williams, Sir Frank Williams, kurang maksimal dan ia ingin membuat pembaharuan di timnya itu. Apalagi hubungan mereka dengan penyuplai mesin BMW terancam rusak setelah pabrikan asal Jerman itu memutuskan membeli Sauber dan berencana membuat tim sendiri.Jadi, mau tidak mau Frank harus beralih ke penyokong mesin lainnya, di mana Honda, Toyota dan Cosworth adalah kandidat terkuatnya. Berbicara kepada Guardian, Kamis (7/7/2005), Frank meyakini bahwa pilihannya mengenai siapa yang bakal memasok mesin bagi timnya akan tepat."BMW adalah negosiator yang kuat dan kompetitif. Mereka telah memutuskan untuk beraksi sendirian dan saatnya bagi kami untuk memberikan kepastian mesin mana yang bakal kami gunakan untuk musim 2006. Kami harap keputusan ini bisa diambil bulan depan," tandasnya. Selain itu, untuk mendukung harapan agar bisa unjuk gigi di musim depan, Frank juga berencana mendatangkan pembalap baru dan Jenson Button adalah incarannya. Bahkan ia juga percaya bahwa langkah timnya untuk mengajak Button bergabung sudah di ujung jalan.Keyakinan Frank ini didasarkan atas pembicaraan kontrak antara Button dengan pihak BAR yang macet. "Situasinya sudah terlihat jelas, sama seperti yang lalu-lalu. BAR memiliki pilihan pertama mengenai kontraknya dan kami hanya bisa mendapatkan Button jika BAR tidak bisa memenuhi keinginannya," tukasnya lagi.Lalu, apakah perekrutan Button ini ada hubungannya dengan negosiasi partneran mesin dengan Honda untuk musim depan? Frank menegaskan bahwa keduanya tidak memiliki hubungan apa-apa."Kedua isu itu tidak saling berhubungan. Pada akhirnya waktu yang akan membuktikan semuanya dan sekali lagi kita tidak bisa memaksa pembalap untuk bergabung ke suatu tim yang ia tidak inginkan. Button harus memikirkan hal ini dengan seksama mengenai karirnya di masa depan. Kami hanya bisa melihat dan menunggu," ungkap Frank. (ian/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads