Coulthard Peringatkan FIA

Coulthard Peringatkan FIA

- Sport
Sabtu, 16 Jul 2005 19:00 WIB
Jakarta - Ketua asosiasi pembalap F1 David Coulthard memberi peringatan kepada FIA berkaitan dengan faktor keamanan pembalap yang tidak mendapat perhatian lebih dari organisasi tertinggi balap F1 tersebut.Peringatan ini merupakan pernyataan awal yang dikeluarkan DC sebelum pertemuan antara FIA dengan para pembalap yang rencananya akan digelar 1 Agustus. Sementara agenda besar dari pertemuan ini adalah membahas regulasi baru musim ini yang terasa merugikan bagi pembalap dan mengancam keselamatan pembalap.Masalah awal bermula saat perlombaan akan digelar di GP Amerika bulan lalu. Pabrikan ban Michelin terpaksa menyarankan kepada tujuh tim yang menerima pasokannya untuk urung mengikuti balapan karena ada permasalahan pada ban yang bisa mengancam keselamatan pembalap. Akhirnya, balapan seri kesembilan itu hanya diikuti tiga tim saja, yaitu tim pengguna ban Bridgestone. Sementara tujuh tim lain melakukan boikot.Menindaklanjuti masalah ini, presiden FIA Max Mosley berharap bisa melakukan pertemuan dengan tujuh tim yang melakukan boikot untuk saling berbagi mengenai masalah yang dihadapi. Namun rencana tersebut yang sedianya bakal digelar 19 Juni putus ditengah jalan. Pasalnya Mosley merasa kecewa dengan kritikan DC mengenai regulasi baru di musim ini yang tidak berpihak pada keselamatan pembalap.Tapi hingga hari ini FIA sepertinya tidak menindaklanjuti dan cenderung mengulur-ulur waktu untuk melakukan pertemuan. Alhasil, DC yang mewakili asosiasinya mengancam akan melakukan boikot pada gelaran balap F1 mulai pertengahan musim 2005 jika FIA tidak ambil peduli atas keinginannya."Aksi boikot kemungkinan akan kami lakukan pada pertengahan musim ini. Hal itu menunjukkan bahwa kami sangat peduli mengenai faktor keamanan yang menjadi masalah penting sejak bulan lalu di GP Amerika," ungkap DC kepada harian Skotlandia Daily Record, Sabtu (16/7/2005).Pembalap asal Skotlandia ini juga memiliki harapan tersendiri saat pertemuan kubunya dengan FIA awal Agustus nanti. "Saya harap pertemuan dapat berjalan baik. Kami ingin memastikan bahwa keamanan memiliki prioritas tertinggi. Dan tentu saja ada kemungkinan yang sangat besar untuk melakukan pemboikotan jika kami dipaksa untuk melakukan sesuatu hal yang menurut kami tidak aman untuk dilakukan," tandasnya. (ian/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads