Kimi-Montoya Nasib Beda

Kimi-Montoya Nasib Beda

- Sport
Senin, 25 Jul 2005 02:44 WIB
Jakarta - Kimi Raikkonen dan Juan Pablo Montoya memang berada dalam satu tim, tapi jangan harap jika nasib mereka bakal sama. Bahkan di GP Jerman kali ini bisa dibilang jauh bertolak belakang.Lihat saja prestasi mereka di seri ke-12 musim ini. McLaren memang perkasa dalam empat sesi free practice, sayangnya dominasi mereka tidak dibawa ketika memasuki babak-babak penting seperti kualifikasi dan balapan itu sendiri.Montoya misalnya, pembalap asal Kolombia ini begitu meyakinkan saat melahap sirkuit Hockenheim pada laga kualifikasi hingga intermediate ketiga. Tapi memasuki tikungan terakhir, tiba-tiba saja Montoya kehilangan kendali MP4-20-nya dan membuatnya menabrak tumpukan ban. Alhasil, akhirnya ia harus start dari posisi nomor dua dari belakang.Sementara Kimi menunjukkan ancaman bagi pesaingnya di GP Jerman musim ini setelah mencatatkan waktu terbaik sekaligus mengisi pole position untuk balapan, Minggu (24/7/2005) malam.Namun ketika balapan digelar, nasib buruk yang sebelumnya menjadi milik Montoya pindah ke pundak Kimi. The Iceman harus gagal melanjutkan perlombaan setelah di lap 35 ada masalah pada sistem hidrolik mobilnya yang membuat ia harus pensiun dini dari balapan. Sedangkan Montoya yang start dari row paling bontot, berhasil mengakhiri lomba dengan hasil yang sangat memuaskan yaitu finis diurutan kedua.Komentar keduanya mengenai hasil ini pun berbeda 180 derajat. Montoya menyebut hari ini salah satu yang terbaik dalam karirnya, sementara Kimi berkebalikan dengan opini Montoya. Tapi mereka sepakat dalam satu hal, yaitu keduanya akan berusaha tampil baik di seri selanjutnya."Hari yang baik bagiku, tapi tidak untuk Kimi. Saya harap hasil ini bisa memperbaiki kesalahan yang saya lakukan kemarin (lusa). Sungguh sangat berat karena seluruh kerja keras seseorang dipertaruhkan," ungkap Montoya seperti dikutip PlanetF1, Senin (25/7/2005).Sementara Kimi berpendapat lain. "Apa yang bisa saya katakan. Suatu hal yang menyesakkan jika mundur dari lomba, tapi gagal melanjutkan balapan ketika sedang unggul jauh dengan mobil nomor dua jauh lebih menyesakkan lagi. Pengalaman ini merupakan yang terburuk yang mungkin terjadi ketika balapan sudah berada di dalam genggaman," ungkapnya.Meskipun demikian, Kimi tetap menanggapi positif hasil ini. Ia juga berharap masih bisa mengejar ketertinggalannya dengan Fernando Alonso sekaligus (jika mungkin) memenangi gelar juara dunia pembalap musim ini."Masih ada peluang secara matematis untuk bisa memenangi gelar juara pembalap, namun agaknya bakal sedikit sulit. Tapi kami masih dalam pertarungan untuk memperebutkan gelar konstruktor, jadi kami kami akan tetap berjuang," tekad pembalap Finlandia itu.Walaupun tidak berhasil finis, Kimi masih berhak menduduki posisi runner up klasemen sementara pembalap dengan 51 poin, sementara Montoya berada di tempat keempat dengan 34 poin. Angka keduanya memberikan kontribusi berharga bagi McLaren karena mengkultuskan tim ini sebagai pemilik posisi kedua di bawah Renault dengan 95 angka. (ian/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads