Tim F1 Desak Pemerintah Inggris Klarifikasi Peraturan Baru

Tim F1 Desak Pemerintah Inggris Klarifikasi Peraturan Baru

- Sport
Selasa, 26 Jul 2005 23:12 WIB
Jakarta - Peraturan baru mengenai larangan sponsor rokok di Inggris berefek pada tim-tim F1. Mereka mendesak pemerintah untuk memberikan klarifikasi mengenai regulasi itu.Negara yang tergabung dalam United Kingdom ini memang lagi gencar-gencarnya melakukan kampanye antirokok. Bahkan beragam aturan sudah disiapkan -- sebagian sudah diberlakukan -- untuk mendukung kampanye ini sejak beberapa bulan lalu.Salah satunya adalah regulasi baru yang melarang penggunaan gambar atau sponsor rokok di berbagai media dalam bentuk iklan cetak, iklan radio maupun bentuk sponsor event. Rencananya aturan ini akan mulai diberlakukan tanggal 31 Juli nanti.Dan pemerintah Inggris tidak main-main dengan aturan dan kampanye ini. Sanksi tegas pun sudah dipersiapkan oleh pembuat undang-undang bagi siapa saja (termasuk organisasi yang berada didalam lingkup negara Inggris) yang melanggarnya.Tentunya menjadi sebuah hal yang dilematis bagi BAR, Renault dan Jordan yang merupakan tim asal Inggris yang disponsori perusahaan rokok. Nyata-nyata mereka terikat kontrak dengan 'rekan'-nya itu hingga jangka waktu tertentu, namun di sisi lain mereka juga harus menaati peraturan yang dibuat oleh negaranya.Hal inilah yang membuat sebagian dari mereka (tim-tim F1) menginginkan klarifikasi dari pemerintahan Inggris tentang regulasi baru itu. Masalahnya, mereka tidak ingin menyalahi aturan kontrak dengan partner sponsornya sekaligus melanggar peraturan dari negaranya."Kami sudah sering meminta pemerintah Inggris melalui pemilik British American Tobbaco untuk mengklarifikasi hal ini. Kami jadi frustasi hingga saat ini belum mendapat jawaban pasti mengenai kasus ini. Kami ingin pernyataan dalam bentuk tertulis, yang resmi," ungkap team principal BAR, Nick Fry, seperti dikutip Eurosport, Selasa (26/7/2005) seraya menambahkan bahwa permintaan akan klarifikasi ini sudah dilakukan sejak enam bulan yang lalu.Pernyataan Fry ini juga didukung oleh kubu Renault yang diwakili oleh bos besarnya, Flavio Briatore. Ia menerangkan bahwa pihaknya akan menunggu mengenai isi klarifikasi yang dikeluarkan pemerintah Inggris dan kemudian ia akan memberikan keputusan mengenai tindakan selanjutnya.Desakan dari kedua kubu itu cukup beralasan. Pasalnya, aturan itu tidak hanya mengikat mereka di dalam negeri saja, melainkan tetap berlaku saat mereka berlaga di seri GP negara lain.BAR sendiri kabarnya telah melemparkan pertanyaan serupa kepada wakilnya di parlemen Inggris, namun adanya jawaban yang berindikasi positif mengenai kasus itu tidak membuat kubu BAR puas."Memang ada indikasi positif mengenai pertanyaan yang diajukan ke parlemen tapi hal itu sangat tidak cukup untuk masalah yang bisa berujung ke tindakan kriminal. Sekali lagi, kami belum dapat pernyataan resmi mengani hal itu dan setelah hampir seminggu menunggu membuat kami frustasi mengetahui sedikit sekali perkembangan yang ada," tambah Fry.BAR merupakan tim bentukan produsen rokok ternama di Inggris yaitu British American. Mereka bekerja sama dengan Honda untuk kemudian mendirikan BAR (British American Racing) pada tahun 1997. Sementara Renault terikat kontrak dengan perusahaan rokok asal Jepang Mild Seven. Sedangkan Jordan berkolega dengan Benson & Hedges serta Sobranie. (ian/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads