Mau Apa Barrichello di BAR?

Mau Apa Barrichello di BAR?

- Sport
Rabu, 03 Agu 2005 12:33 WIB
Jakarta - Akhirnya kabar kepindahan Rubens Barrichello dari Ferrari menjadi kenyataan. Tetapi dipilihnya tim BAR Honda menimbulkan pertanyaan. Mau apa Barrichello?Enam tahun di Ferrari sama artinya enam kali melewatkan kesempatan menjadi juara dunia bagi Barrichello. Sebab sehebat apa pun penampilannya di lintasan, tetap saja ada team order yang harus dipatuhi.Sudah bukan rahasia bahwa Barrichello memang dikontrak Ferrari untuk mengalah kepada rekannya Michael Schumacher. Mungkin untuk tahun-tahun pertamanya, hal itu masih bisa diterima karena lebih baik ketimbang tujuh tahun di tim kecil seperti Jordan dan Stewart Ford. Namun lama kelamaan adat Ferrari ini membuat Barrichello dan orang-orang di belakangnya jengah.Dorongan kepada pembalap berusia 33 tahun itu untuk segera pindah dari Ferrari tidak terbendung lagi. Sejak sebulan terakhir surat kabar di Brasil gencar memberitakan kepindahan Barrichello. Brasil sangat berharap adanya seorang juara dunia asal negara itu pengganti Ayrton Senna.Selama masih di Ferrari bersama Schumi, bisa dipastikan bahwa Barrichello tidak akan pernah menjadi juara dunia. Sementara Schumi yang tiga tahun lebih tua darinya, masih belum menunjukkan tanda-tanda pensiun. Maka pilihan pindah memang sangat tepat.Tetapi ke Honda? Ini bukan pilihan yang terbaik untuk menuju juara dunia. Jika Barrichello serius mengejar gelar, tentu BMW yang tahun depan menjadi tim pabrikan keempat di F1 setelah Ferrari, Toyota dan Renault, merupakan pilihan yang lebih masuk akal. Buktinya bisa langsung dilihat saat ini bahwa tiga dari empat posisi teratas di tempati oleh tim pabrikan.BMW musim depan dipastikan akan menjadi tim baru Formula 1 setelah membeli Sauber. Artinya saat ini BMW masih belum memiliki pembalap, karena tidak terikat kontrak langsung dengan Felipe Massa dan Jacques Villeneuve yang tahun ini menjadi bagian dari Sauber. Nasib Massa mujur karena langsung dikontrak Ferrari sebagai pengganti Barrichello, namun entah dengan Villeneuve.BAR memang berpeluang menyusul menjadi tim pabrikan setelah tahun ini Honda membeli sebagian sahamnya. Namun tetap saja hal ini masih perlu menunggu, sementara dalam masa transisinya musim ini terlihat BAR mengalami kesulitan. Dari posisinya sebagai runner-up 2004, kini BAR kalah oleh tim debutan Red Bull.Selain itu tandem Barrichello juga belum jelas. Saat ini pilihan yang ada kelihatannya cuma dua yakni antara Jenson Button dan Takuma Sato. Peluang Barrichello untuk menjadi juara dunia pun tetap akan dipengaruhi oleh siapa yang menjadi tandemnya nanti. Jika dengan Button, maka peluangnya semakin kecil. Tetapi kalau Sato, kemungkinan BAR memberikan dukungan penuh sangat besar.Jika saja Button bisa menyelesaikan permasalahan kontrak prematurnya dengan Williams, maka dipastikan BAR akan dengan senang hati mempertahankannya. Tetapi jika tidak bisa, maka Sato adalah pilihan yang harus diambil. Sebab pembalap Jepang itu disebut-sebut sebagai "titipan" dari Honda.Barrichello sendiri belum mengutarakan targetnya di BAR. Tetapi setidaknya musim depan Barrichello hanya akan menghadapi 20 pembalap di lintasan balap tanpa lawan ke-21 yakni team order. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads