Montoya & Monteiro Saling Tuding
Senin, 22 Agu 2005 02:25 WIB
Jakarta - Juan Pablo Montoya menuding Tiago Monteiro sebagai penyebab kegagalannya menjadi runner up di GP Turki. Namun Monteiro membalas dengan telak tudingan Montoya.Juan Pablo Montoya menuding pembalap tim Jordan Tiago Monteiro sebagai penyebab kegagalannya menjadi runner up di GP Turki, Minggu (21/8/2005). Namun Monteiro membalikkan tudingan Montoya.Hingga empat lap terakhir, tim McLaren Mercedes sangat dominan dengan menempatkan dua pembalapnya Kimi Raikkonen dan Montoya di posisi terdepan. Namun pada lap 54 terjadi insiden dimana Montoya ditabrak Monteiro dari belakang sehingga keluar jalur dan kehilangan banyak waktu.Pasca insiden ini Motoya tidak langsung disalip pembalap Renault Fernando Alonso. Namun satu lap kemudian Montoya kembali melebar di tikungan, dan di sinilah Alonso menyalipnya.Meski demikian Montoya menuding insiden pertamalah yang menyebabkan kegagalannya. "Saya melakukannya dengan mulus di beberapa tikungan pertama, tetapi di tikungan delapan saya tidak bisa mempertahankan posisi. Dia menabrak saya begitu saja dan merusak mobil saya. Itu sangat memalukan karena kami seharusnya memiliki keuntungan di klasemen konstruktor jika finis satu dan dua," ujar Montoya seperti dilansir Eurosport.Akibat kehilangan satu posisi, McLaren jadi hanya mengoleksi 16 poin dari yang tadinya bisa 18. Sementara Renault meraih 13 poin, dan hanya 11 jika Montoya tidak mengalami insiden. Sementara poin total konstruktor saat ini Renault masih memimpin dengan 130 poin, disusul McLaren yang terpaut sembilan angka.Montoya menambahkan bahwa insidennya dengan Monteiro persis seperti kejadian di GP Brasil tahun 2001, dimana dirinya saat masih di tim Williams ditabrak oleh pembalap Belanda Jos Verstappen ketika baru dioverlap. Namun tudingan ini justru menjadi bumerang bagi Montoya karena Monteiro cerdik membalasnya."Montoya menyalip saya, dan beberapa saat kemudian dia menyimpang dan tiba-tiba kembali persis di depan saya. saya segera mengerem, tetapi dia juga melakukannya sehingga saya tidak bisa menghindari tabrakan," jelas Monteiro."Ini sangat bodoh, tetapi dia yang mulai mengungkitnya. Saya tidak mengerti apa yang dipikirkannya, mungkin dia mengira saya sudah tertinggal jauh. Tetapi jika dia mengatakan sudah pernah mengalaminya di Brasil, seharusnya dia bisa belajar dari pengalaman," balas Monteiro. (lom/)











































