Kimi Gantikan Schumi?
Kamis, 25 Agu 2005 23:46 WIB
Jakarta - Michael Schumacher diberitakan sudah memiliki pengganti jika cabut dari Ferrari dan Kimi Raikkonen adalah orangnya. Kabarnya pembalap McLaren tersebut telah tanda tangan pra-kontrak. Benarkah?Seperti dilansir dari F1Racing, Kamis (25/8/2005), Bild melaporkan bahwa The Iceman telah menandatangani pra-kontrak dengan tim yang bermarkas di Maranello itu pada Mei lalu. Harian olahraga Jerman tersebut mengaku bahwa informasi tersebut didapat dari 'sumber yang bisa dipercaya'.Pemberitaan ini merupakan kelanjutan dari berita sebelumnya yang mengabarkan bahwa Schumi akan hengkang ke Mercedes meskipun kabar tersebut dibantah oleh pembalap Jerman itu sendiri. Sama dengan sebelumnya Kimi yang menjadi subyek pembicaraan dari isu tersebut pun terpaksa mengklarifikasi berita tersebut."Seperti apa yang pernah saya katakan beberapa waktu lalu di musim ini mengenai rumor tersebut, saya sangat senang dengan tim saya. Saya merasa tidak ada keraguan bahwa kami memiliki paket untuk memenangi balapan, saya masih berpeluang untuk menjadi juara dunia, tim ini fantastis dan saya memiliki hubungan yang baik dengan semua orang disini, jadi mengapa saya mempertimbangkan untuk pindah?," sangkal Kimi mengenai rumor tersebut.Hal ini juga dibenarkan oleh bos McLaren Ron Dennis mengenai dua rumor tersebut. "Tim ini tidak melakukan diskusi dengan pembalap manapun termasuk didalamnya Schumacher mengenai kemungkinan ia memperoleh tempat di McLaren Mercedes. Kami masih menjalankan hubungan jangka panjang dengan Kimi maupun Juan Pablo Montoya," tegas Dennis.Rumor tersebut secara tidak langsung menyinggung nama Ferrari. Tak ayal kubu tim 'Kuda Jingkrak' tersebut juga turut memberikan konfirmasi mengenai isu kepindahan Schumi dan masuknya Kimi ke skuad Ferrari."Kami sudah memiliki dua pembalap yang dikontrak untuk musim 2006. Terlalu dini untuk membicarakan musim 2007 nanti. Kami juga tidak melakukan komitmen kerjasama dengan siapapun untuk 2007," ujar jurubicara Ferrari Luca Colajanni.Tiga klarifikasi dari tiga pihak seharusnya sudah cukup mengakhiri rumor tersebut. Namun apakah hal tersebut benar-benar terjadi? (ian/)











































