Schumi Yakin Mahkota Milik Alonso

Schumi Yakin Mahkota Milik Alonso

- Sport
Senin, 05 Sep 2005 18:16 WIB
Jakarta - Habis sudah peluang Michael Schumacher untuk mempertahankan gelar juara. Menurut Schumi, orang yang bakal menggantikannya adalah pembalap Renault Fernando Alonso.Hingga menjelang GP Italia Minggu (4/8/2005), Schumi tetap berusaha meyakinkan bahwa dirinya akan tetap berusaha selama ada peluang.Namun setelah kegagalannya di Monza, secara matematis tidak ada lagi kemungkinan bagi Schumi. Dengan hanya mengoleksi nilai 50, pembalap Jerman itu tertinggal 53 poin dari Alonso sementara balapan hanya menyisakan 4 seri lagi atau maksimal 40 poin.Di antara Schumi dan Alonso ada pembalap tim McLaren Mercedes Kimi Raikkonen. Namun menurut Schumi, Kimi tidak akan mampu mengejar ketinggalan 27 poin dari Alonso meski kemungkinannya secara matematis masih ada."Bagi Kimi peluangnya sangat kecil. Setahu saya selisihnya kini 27 poin dengan sisa empat balapan. Artinya perlu terjadi sesuatu yang besar untuk menghentikan Alonso menjadi juara. Saya tidak melihat hal itu bisa terjadi," ujar Schumi seperti dilansir F1Racing.Schumi sendiri meski mengakui peluangnya sudah habis, namun menegaskan akan tetap tampil maksimal di sisa balapan tahun ini. Tujuannya bukan lagi untuk menjadi juara, tetapi komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi Ferrari dan fans."Sebenarnya saya sudah tahu peluang saya berakhir beberapa waktu lalu, itu sebabnya saya tidak merasa terlalu sedih sekarang. Meski demikian saya tetap ingin melihat Ferrari tampil lebih baik demi fans kami," ungkapnya.Di peringkat klasemen, Ferrari kini berada di urutan ketiga dengan nilai 86. Jika kembali gagal menambah poin di empat seri sisa, besar kemungkinan posisinya akan semakin terpuruk ke peringkat empat digeser oleh Toyota yang hanya terpaut delapan poin."Kami tidak akan menyerah. Salah jika kami menyerah. Para pesaing kami juga berada pada kondisi sama dan mereka tidak menyerah. Sekarang kami memiliki pengalaman tentang apa yang dialami para pesaing kami beberapa tahun lalu. Jika menyerah, kami akan terlihat seperti pecundang yang terlalu menganggap remeh lawan. Mereka dulu tidak menyerah, dan karena itu juga mereka jangan menganggap remeh kami," tandasnya. (lom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads