Alonso: Saya Dibantu McLaren
Senin, 12 Sep 2005 02:32 WIB
Jakarta - Fernando Alonso tidak menyangkal dirinya sering memperoleh keberuntungan yang menyebabkan dirinya kian di ambang juara.Khusus dalam persaingannya dengan Kimi Raikkonen, sedikitnya ia empat kali menuai hasil positif dikarenakan kesialan McLaren. Di Nurburgring pembalap Renault asal Spanyol itu menjadi juara gara-gara Raikkonen, yang sedang berada di urutan terdepan, mengalami patah suspensi di lap terakhir.Hal serupa terjadi lagi di Hockenheim dalam GP Jerman. Tertinggal cukup jauh dari Raikkonen, Alonso kembali merebut kemenangan setelah rivalnya dari Finlandia itu mogok di lap 35.Keberuntungan ketiga menyambangi Alonso di Monza minggu lalu. Raikkonen, yang mencatat waktu tercepat di sesi kualifikasi dan unggul atas dirinya, terkena penalti 10 grid di garis start karena mesti ganti mesin. Pada balapan Alonso mampu mengamankan posisi runner up di belakang Juan Pablo Montoya, sedangkan Raikkonen berada di tempat keempat.Hari Minggu (11/9/2005) ini Alonso juga kembali dipayungi dewi fortuna. Walaupun tetap dikalahkan Raikkonen yang tampil sebagai juara GP Belgia, ia bisa menaiki podium kedua karena kesialan yang menimpa pembalap McLaren lain, Montoya.Montoya kehilangan posisi runner up yang sudah berada di tangannya karena diseruduk Antonio Pizzonia di sisa empat lap. Alhasil, kenaikan posisi Alonso di Spa-Francorchamps membuatnya tidak kehilangan angka yang signifikan."Ya, sepanjang kejuaraan ini saya selalu beruntung. Tapi saya selalu ada di sana. Jadi, ini sungguh bagus," tutur Alonso sembari tersenyum saat ditanya wartawan tentang hal ini."Lagi, saya memperoleh bantuan dari McLaren dan bisa kembali memungut dua angka. Tempat ketiga sudah sempurna buatku, tapi urutan dua tentu jauh lebih baik," sambungnya merujuk pada hasil GP Belgia."Sekarang saya tak perlu mencetak empat angka di atas Kimi. Saya hanya butuh enam poin, sekalipun Kimi terus menang. Anda tahu, saya pikir Kimi berpotensi buat memenangi tiga seri terakhir, tapi saya hanya perlu tambahan enam angka."Ketika disebutkan bahwa satu tangannya sudah memegang tropi juara tahun ini, pemuda Spanyol ini menampiknya. Bagaimanapun, menurutnya, masih terlalu cepat untuk mengklaim bahwa dirinya pasti keluar sebagai juara."Kalau saya tidak finis dalam tiga seri berikutnya, berarti tak mungkin saya menang. Tapi saya akan terus berusaha menyelesaikan balapan karena itulah target kami di paruh kedua musim ini agar tim terbantu buat menjadi juara konstruktor." (a2s/)











































