Jelang GP Brasil
Bridgestone Siap Hadapi Kejutan
Rabu, 21 Sep 2005 16:04 WIB
Jakarta - GP Brasil di sirkuit Interlagos hari Minggu (25/9/2005) dipercaya akan menghadirkan kejutan. Tetapi pabrikan ban Bridgestone mengaku sudah siap. Balapan di Interlagos memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya berbeda dengan balapan di lintasan lain. Yang terutama adalah balapan di sirkuit sepanjang 4309 km ini akan berjalan berlawanan arah jarum jam. "Balapan yang berlawanan dengan arah jarum jam berarti akan menjadi ujian yang berat untuk ban kanan depan dan kanan belakang," ucap manajer teknik Hisao Suganuma seperti dikutip Yahoo, Rabu (21/9/2005)."Yang juga harus kami perhatikan adalah permukaan trek. Meskipun bumpy, tarmac-nya sendiri relatif halus karena itu membutuhkan (ban) yang selembut mungkin. Meski demikian ada beberapa tikungan panjang yang menyulitkan ban belakang oleh karena itu kami perlu untuk mempertahankan degradasi ban belakang saat memilih ban untuk balapan," tambahnya. Namun faktor lain yang tidak kalah penting adalah cuaca. Cuaca di Sao Paolo dikenal suka berubah-ubah dan hal tersebut tentunya harus disiasati. Untuk menyiasatinya ban-ban Bridgestone yang dipergunakan di Brasil akan terdiri dari dua spec ban kering, satu ban basah dan satu ban yang hanya dipergunakan untuk kondisi hujan deras. "Balapan di Brasil selalu tidak bisa ditebak. Ada kalanya pembalap akan menghadapi trek yang panas dengan temperatur tinggi tetapi ada kalanya juga balapan berpotensi hujan. Mengingat potensi tersebut kami sekarang sedang sibuk melakukan tes guna memperoleh gambaran ban yang tepat untuk berkompetisi di akhir pekan," imbuh Suganuma.Tim-tim pemakai Bridgestone semisal Ferrari tengah melakukan uji coba di Spanyol dan Inggris. Sejauh ini menurut Birdgestone hasil tes yang mereka lakukan cukup positif. "GP Brasil menandai awal dari upaya terakhir kami untuk mencapai tujuan di akhir musim. Buat kami GP tersebut merupakan even yang penting mengingat kami memiliki perusahaan di luar negeri dan bisnis yang penting di dalam negeri. Akan sangat menyenangkan kalau kami bisa memberikan karyawan sesuatu untuk dirayakan," timpal direktur motorsport Hiroshi Yasukawa. Kalau indikasinya adalah berapa banyak juara GP yang ditorehkan, maka Bridgestone boleh dibilang kalah telak dengan saingannya Michelin. Tim-tim yang menggunakan ban pabrikan Prancis tersebut mampu mendominasi dengan menjuarai 15 dari 16 seri. Satu-satunya seri yang luput dari genggaman Michelin adalah GP Amerika Serikat, dimana ketika itu seluruh tim pengguna Michelin melakukan boikot dengan alasan keamanan. (mel/)











































