Button-Williams Capai Kata Sepakat
Kamis, 22 Sep 2005 02:20 WIB
Jakarta - Williams menyatakan telah mencapai kata sepakat dengan Jenson Button untuk melepaskan diri dari komitmennya bersama tim asal Inggris itu yang bakal dimulai 2006 dan sesudahnya.Kesepakatan yang dimaksud adalah Button 'membeli' kebebasannya sendiri dari keterikatan kontrak dengan Williams mulai musim depan. Kondisi tersebut mengartikan bahwa pembalap asal Inggris ini bebas bertahan di BAR."Sebagai pertimbangan dari pelepasan Button dari kontrak, ia telah menyetujui kesepakatan finansial dengan Williams," demikian rilis yang dikeluarkan pihak Williams seperti dilansir Eurosport, Kamis (22/9/2005).Tidak ada pernyataan lebih lanjut mengenai berapa Button membayar untuk membebaskan diri dari kontraknya dengan Williams. Namun kabar yang berkembang adalah bahwa pembalap berusia 25 tahun ini harus membayar antara 10 hingga 20 juta poundsterling untuk memutus kontraknya yang telah disepakati tahun lalu.Meskipun dalam hal ini tidak bisa menggunakan jasa Button, kubu Williams mengaku cukup senang karena kesepakatan telah tercapai. "Saya senang akhirnya kami telah mencapai titik temu dan kami bisa konsentrasi dengan apa yang terbaik bisa kami lakukan, yaitu balapan," tukas bos Williams, Sir Frank Williams.Nada serupa juga diungkapkan Button. Pasalnya keinginan untuk tetap bertahan di BAR untuk beberapa musim ke depan bisa terwujud. "Saya berterimakasih kepada Frank telah mengakomodasi sebuah kesepakatan mengenai kontrak dan saya menyesali kesulitan atas keputusan saya yang telah melibatkan banyak orang," tandas Button.Setali tiga uang, pihak BAR juga menyatakan rasa senangnya bisa memastikan skuadnya untuk musim depan. Rubens Barrichello menjadi pembalap lain yang bakal membela BAR mulai tahun 2006, sementara Takuma Sato dikabarkan akan hengkang ke Ferrari."Kami senang bisa memastikan line up kami di 2006. Kami kini bisa meletakkan ketidakpastian selama beberapa bulan terakhir di belakang kami dan fokus untuk masa depan, yang sepertinya akan menarik tentunya," tukas chief executive BAR-Honda, Nick Fry. (ian/)











































