detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 26 Apr 2019 09:58 WIB

Leclerc Ingatkan Hamilton pada Masa Mudanya

Redzi Arya Pratama - detikSport
Pebalap Ferrari, Charles Leclerc, saat satu podium dengan Lewis Hamilton. (Foto: Hamad I Mohammed/Reuters) Pebalap Ferrari, Charles Leclerc, saat satu podium dengan Lewis Hamilton. (Foto: Hamad I Mohammed/Reuters)
Jakarta - Driver Mercedes, Lewis Hamilton, melihat masa awal kariernya sebagai pebalap Formula 1 dalam diri Charles Leclerc. Dia tahu rasanya menjadi pebalap kedua.

Leclerc memperkuat Ferrari mulai musim ini. Dia menggantikan Kimi Raikkonen. Dalam tiga balapan yang sudah berjalan, Leclerc cukup oke dengan dua kali finis kelima dan sekali menggapai podium ketiga.

Sekali pole position juga pernah diraih oleh pebalap asal Monako itu. Leclerc mencatatkannya di GP Bahrain.

Dengan potensi besar yang dimiliki Leclerc, Hamilton yakin bahwa ada keinginan dari mantan pebalap Prema Racing itu untuk bersaing secara terbuka.

"Ini bertentangan dengan nilai-nilai utama karena Anda membalap menggunakan hati. Karena itu saya mengerti apa yang Charles rasakan, karena di dalam hatinya dia percaya merupakan yang terbaik, atau setidaknya punya potensi untuk menjadi yang terbaik," ujar Hamilton dilansir Guardian.

"Kondisi ini seperti meredupkan cahaya Anda. Sebagai pebalap dan pesaing, Anda akan memberontak secara natural. Mereka mungkin meminta Anda melakukan satu hal, tapi diri Anda ingin melakukan hal yang berbeda. Saya pernah merasakan itu," lanjut dia.




Hamilton pun menceritakan pengalaman yang mirip dengan Leclerc 12 tahun lalu kala masih membela McLaren sebagai pebalap muda bersama Fernando Alonso.

Hamilton sempat diberikan beban bahan bakar yang berbeda dari Alonso. Sesuatu yang menurut Hamilton membuat dia gagal pada sebuah balap yang berpotensi dimenangi. Hingga akhirnya di Kananda McLaren memberikan jatah bensin yang sama.

"Pada race selanjutnya di Kanada, mereka memberikan jatah bensin yang sama dan saya memenangi GP pertama. Sejak saat itu saya merasa punya kesempatan untuk menunjukkan kemampuan," jelasnya.

"Saya ingin ke Formula 1 secepatnya. Ketika sudah di sana, saya ingin menang secepatnya dan mengalahkan juara saat itu. Situasi tersebut dengan Charles sekarang sangat mirip. Saya melihat diri sendiri pada dirinya. Dia melaksanakan tugas yang hebat dengan ekspektasi besar di tim hebat seperti Ferrari. Dia berkendara dengan sangat baik. Karena itu dia harus terus melakukan yang sudah dilakukan. Momen itu akan datang kepadanya," tutur Hamilton.




(cas/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed