Trulli Terkenang Topan Ma-on

Jelang GP Jepang

Trulli Terkenang Topan Ma-on

- Sport
Rabu, 05 Okt 2005 11:55 WIB
Trulli Terkenang Topan Ma-on
Jakarta - Pembalap tim Toyota Jarno Trulli penasaran untuk meraih hasil yang lebih baik dari tahun lalu di GP Jepang. Saat itu akibat angin topan "Ma-on", balapan berjalan di luar kondisi normal.Trulli sempat mencatat waktu tercepat di sesi latihan sebelum balapan hari Minggu di Suzuka, Oktober tahun lalu. Namun akibat badai "Ma-on" yang menyerang wilayah Suzuka, sesi larihan III dan IV dibatalkan sementara kualifikasi hari Sabtu dimundurkan ke hari Minggu, hanya beberapa jam sebelum kualifikasi. Insiden ini jugalah yang menginspirasikan perubahan aturan kualifikasi yang sempat dipakai awal musim ini.Perubahan tersebut tentu saja mempengaruhi penampilan para pembalap. Trulli yang start dari posisi keenam akhirnya hanya finis di urutan sebelas. Untuk balapan Minggu (9/10/2005) mendatang, pembalap asal Italia itu optimis meraih hasil yang lebih baik, karena cuaca yang diperkirakan lebih stabil."Saya sebenarnya sangat suka membalap di Jepang. Suzuka merupakan sirkuit yang bagus, dan di sana tahun lalu saya meraih provisional pole," kenang Trulli seperti dilansir situs resmi F1."Namun kemudian kami menghadapi situasi yang tidak biasa. Terjadi penundaan kualifikasi dan kami harus menunggu sampai topan reda di sekitar hotel sirkuit. Namun kali ini kondisinya agak berbeda, jadi kami bisa membalap seperti biasanya," lanjut Trulli.Saat ini Toyota berada di peringkat empat klasemen konstruktor dengan nilai 81, atau terpaut 17 poin dari Ferrari. Dengan dua balapan sisa, peluang untuk menggeser Ferrari masih terbuka meski cukup sulit."Kami tetap akan menyaingi Ferrari untuk memperebutkan posisi ketiga kontruktor, dan kami yakin bisa karena kami memiliki kemampuan untuk melakukannya. Hanya saja musim ini kami sering berada di luar situasi yang kami harapkan. Mungkin hasil terbaik kami adalah di Malaysia dan Bahrain," tambahnya.Foto: Jarno Trulli ingin tampil lebih baik di GP Jepang, Minggu (9/10/2005) (Damien Meyer/AFP). (lom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads