Rekor Buruk Button di GP ke-99

Jelang GP Jepang

Rekor Buruk Button di GP ke-99

- Sport
Jumat, 07 Okt 2005 16:42 WIB
Rekor Buruk Button di GP ke-99
Jakarta - Pembalap BAR-Honda Jenson Button akan melakoni GP ke-99 dalam karirnya di Suzuka. Sayang, catatan prestasinya sampai rekor tersebut masih belum lengkap. Button selalu dianggap sebagai salah satu juara F1 di masa depan. Label tersebut diberikan oleh pers mengingat prestasi pemuda tersebut di ajang Formula Ford maupun gokart. Pada awal debutnya tahun 2000, Button memberikan bukti yang meyakinkan. Finis kedelapan di klasemen pembalap dipercaya sebagai langkah yang bagus. Meski demikian, Button harus rela dipinjamkan ke Benetton selama dua musim berikutnya. Di tim yang kemudian berganti nama menjadi Renault itu namanya tenggelam.Button mulai menemukan jati diri saat dikontrak BAR tahun 2002. Puncaknya adalah tahun 2004. Di tahun itu dia mampu mengoleksi 10 piala. Sayang tidak satu pun merupakan piala juara pertama. Tahun ini pamornya pun menurun seiring dengan prestasi dan beberapa insiden yang melibatkannya. Sebagai pembalap yang pernah meraih juara ketiga pembalap tahun 2004 lalu, belum pernah meraih podium pertama sebetulnya catatan prestasi yang memilukan. Tetapi Button tak ambil peduli. "Saya tak melihatnya begitu. Saya melihatnya begini, saya baru berusia 25 tahun tetapi sudah melakoni 99 balapan," tutur pembalap asal Inggris ini seperti dilansir F1racing, Jumat (7/10/2005). Salah satu faktor yang ditengarai menjadi penyebab terjun bebasnya prestasi Button adalah mobil. Dia mencoba bijak dengan tidak menyalahkan BAR. Namun dia mengaku kalau mobil BAR yang dikendarainya sekarang memang tidak sekompetitif McLaren atau Renault. "Tidak ada gunanya terus berbicara soal prestasi saya, sekarang yang penting adalah menatap ke depan," ucapnya. "Kami sudah tak mungkin menyaingi McLaren. Tetapi mungkin kami tak ketinggalan jauh dengan Renault," tandasnya. Button dan BAR, yang kini berada di posisi tujuh konstruktor di bawah Renault, McLaren, Ferrari, Toyota dan Williams-BMW, memang tak mungkin menjadi juara. Tetapi harapan meraih podium pertama buat Button toh belum pupus. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads