Salah Instruksi, FIA Dikecam Renault
Selasa, 11 Okt 2005 03:57 WIB
Jakarta - FIA melakukan kesalahan di GP Jepang, Minggu (9/10/2005) lalu dengan memaksa Fernando Alonso mengalah pada Christian Klien. Insiden ini mendapat kecaman keras dari tim Renault.Kesalahan fatal yang dilakukan FIA terjadi pada lap ke-9. Alonso yang start dari posisi 16, mampu menyusul pembalap-pembalap di depannya hingga ke posisi 9. Saat berusaha naik ke posisi 8, Alonso terhalang oleh Klien yang ngotot bertahan hingga menjelang tikungan terakhir. Untuk menghindari tabrakan, Alonso terpaksa keluar jalur melewati rumput. Sadar akan dikenakan hukuman, Alonso kemudian membiarkan Klien kembali mendahuluinya, baru kemudian menyalipnya kembali di trek lurus.Namun beberapa saat kemudian FIA menginstruksikan kepada tim Renault agar Alonso kembali mengalah kepada Klien. Karena instruksinya jelas, Alonso yang sudah memimpin sekitar 5 detik, memperlambat mobilnya hingga disalip Klien. Yang paling krusial dari insiden ini ialah Kimi Raikkonen mampu menyusul hingga persis di belakang Alonso.Hanya beberapa saat kemudian FIA kembali mengirim pesan kepada Renault dan mengakui telah melakukan kesalahan. Alonso seharusnya tidak perlu mengalah kepada Klien untuk kedua kalinya.Mengingat hal ini terjadi di lap-lap awal dan merugikan Alonso antara tujuh sampai sembilan detik, kemungkinan hasil perlombaan akan berbeda. Sebab jika Alonso tidak dipaksa mengalah, maka jaraknya dengan Kimi akan cukup jauh dan bisa berpengaruh pada strategi pit stop."Momen kuncinya bukan pada hasil akhir, tetapi saat pertama kali Alonso dipaksa untuk memberikan posisinya pada Klien. Kami tidak tahu mengapa, sebab tanpa disuruh kami telah melakukannya, tetapi FIA meminta kami untuk melakukannya kembali," ketus Bos Renault Flavio Briatore, seperti dilansir Eurosport, Senin (10/10/2005)."Insiden ini merugikan Alonso sembilan detik, dan menempatkannya terjebak di antara pembalap lain selama balapan. Jika tidak, Alonso bisa berada di depan Kimi usai pit stop keduanya dan kita seharusnya mendapatkan hasil yang berbeda," lanjutnya.Renault akhirnya menempatkan dua pembalapnya di podium dua dan tiga. Tambahan total 14 poin membuat Renault kembali unggul dua poin dari McLaren. Dengan satu seri sisa di Cina, kedua tim sama-sama berpeluang meraih gelar juara konstruktor. Namun tentunya peluang Renault akan lebih besar seandainya FIA tidak melakukan kesalahan. (lom/)











































