Evolusi di Formula 1
'Si Kecil' Akhirnya Tersingkir
Jumat, 14 Okt 2005 09:15 WIB
Jakarta - Usaha untuk dan meratakan kompetisi antara tim besar dan kecil ternyata hanya slogan. Musim 2005 justru menjadi kiamat bagi tim minor seperti Jordan, Sauber dan Minardi.Cukup mudah menyimpulkan penyebab ambruknya tim-tim kecil di Formula 1, yang tidak lain adalah dana. Karena tidak memiliki dukungan dana yang kuat, sejarah puluhan tahun jadi korban.Minardi yang sudah 321 kali mengikuti seri Grand Prix Formula 1, belum pernah merasakan kemenangan. Jangankan finis pertama, pole position pun tidak. Hal yang sama juga dialami Sauber yang sudah turun di 197 seri. Jordan memiliki pengalaman yang sedikit lebih baik, karena sempat merasakan 4 kali juara seri dan 2 pole position dari 231 kali ikut membalap.Akhir tahun lalu FIA menetapkan perangkat aturan baru yang salah satu tujuannya untuk menekan ongkos operasional tim. Namun langkah FIA ini sudah terlambat bagi Jordan. Demi mempertahankan kelanjutan tim, awal tahun 2005 Eddie Jordan terpaksa menjual timnya kepada miliarder Kanada Alex Shnaider yang merupakan bos Midland. Eddie Jordan masih sedikit terhibur karena di musim ini, masih diizinkan memakai nama tim Jordan yang sudah dibesarkannya sejak tahun 1991.Bos Minardi Paul Stoddart yang sudah berusaha sekuat tenaga mempertahankan timnya, awal bulan ini akhirnya menyerah dan menjual Minardi tim ke Red Bull. Stoddart memang dijanjikan nama tim Minardi akan tetap di pertahankan, namun tetap saja semuanya kembali tergantung Red Bull. Sebab dengan dijadikan tim reserve, eksistensi Minardi sangat diragukan. Bahkan orang-orang Red Bull menyebutnya sebagai tim Red Bull Junior.Satu lagi yang bakal hilang namanya di Formula 1 yakni tim Sauber. Pemilik tim Peter Sauber akhirnya menerima pinangan BMW yang mulai musim depan memisahkan diri dari Williams. Dari segi prestasi tim ini memang tidak banyak bicara, tapi pengaruhnya di F1 sangat besar. Juara dunia termua Fernando Alonso merupakan bukti dari keberhasilan Sauber menelorkan pembalap handal. Bahkan yang terakhir Felippe Massa diprediksi menjadi pembalap masa depan, setelah direkrut Ferrari menggantikan Rubens Barrichello untuk musim depan.Opini bahwa F1 merupakan hanya milik "Si Kaya" kian menjadi nyata. Dengan diambilalihnya BAR oleh Honda musim depan, maka satu satunya tim milik pribadi yang masih tersisa adalah Williams. Pertanyaannya, "Sampai di mana Frank Williams bisa bertahan?" (lom/)











































