Ferrari Tak Sedih Ditinggal Vodafone

Ferrari Tak Sedih Ditinggal Vodafone

- Sport
Minggu, 25 Des 2005 14:25 WIB
Ferrari Tak Sedih Ditinggal Vodafone
Jakarta - Kehilangan salah satu sponsor besarnya, yakni Vodafone, tak membuat Ferrari frustasi, sekalipun Vodafone memutuskan beralih ke rivalnya, McLaren.Seperti diungkapkan Presiden Ferrari, Luca di Montezemolo kepada F1Racing, kepergian Vodafone ke McLaren Mercedes tidak membawa masalah pada kubunya. Mencari pengganti sponsor pun dianggap Montezemolo bukanlah sesuatu yang segera dilakukan Ferrari. Cukup dimaklumi, sebuah deal besar untuk jangka waktu lama telah diraih Ferrari dengan Philip Morris, pemilik rokok terkenal di dunia, Marlboro.Β Β Β Β "Kami tak bisa menawari peran utama karena kami telah memperbarui kesepakatan dengan Philip Morris, yang mana sangat penting bagi kami," kata Montezemolo.Aturan sponsorship olahraga Eropa yang membatasi iklan rokok membuat perusahaan rokok Jerman, West, meninggalkan McLaren. Padahal selama ini West merupakan penopang utama dana operasinal McLaren dan pengembangan mesin Mercedes. Namun kepergian West justru menjadi berkah bagi Mclaren. Vodafone yang sudah "mentok" di Ferrari langsung banting stir dan menggandeng McLaren.Bagi McLaren, kedatangan Vodafone adalah keuntungan yang berlipat ganda. Di satu sisi suntikan dana sebesar 160 juta poundsterling (sekitar Rp 2,7 triliun) merupakan modal finansial yang sangat berarti. Sementara di sisi lain salah satu pesaingnya yakni Ferrari harus kehilangan pemasukan 200 juta poundsterling yang adalah nilai kontrak dengan Vodafone selama lima tahun. Ini merupakan balasan dari McLaren ketika Marlboro juga meninggalkannya dan pindah ke Ferrari tahun 1997, meski telah bekerjasama selama 23 tahun.Vodafone mengklaim bahwa mereka tidak meninggalkan Ferrari karena prestasinya sedang menurun. Ini mengisyaratkan bahwa keputusan yang diambil murni karena pertimbangan bisnis. Akhirnya terbuka juga fakta bahwa Vodafone sebenarnya menawarkan 36 juta poundsterling pertahun sebagai sponsor utama, namun digagalkan oleh Marlboro yang telah mengantongi kontrak kerjasama dengan Ferrari selama 10 tahun senilai 564 juta pounsterling (sekitar Rp 9,7 triliun). (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads